Category Archives: Suami-Istri

Nasihat Buat Suami yang Melarang Istrinya Berpakaian Islami

Pertanyaan:
Ada seorang laki-laki yang telah menikah dan mempunyai anak, yang mana isterinya ingin mengenakan pakaian syari tapi malah ditentangnya. Apa nasehat Syaikh untuknya? Semoga Allah memberkahi Syaikh.

 

Jawaban:

Oleh Syaikh Ibnu Utsaimin Read the rest of this entry

Advertisements

Hukum Memukul Isteri Dan Batas-batasnya Menurut Syariat

Hukum Memukul Isteri Dan Batas-batasnya Menurut Syariat
Pertanyaan:
Apa hukum memukul isteri dan apa batasan-batasan syariat tentang hal ini? Semoga Allah memberikan balasan kebaikan pada anda.

 

Jawaban:

Oleh Syaikh Ibnu Utsaimin

Read the rest of this entry

Hukum Memukul Isteri Dan Anak

Hukum Memukul Isteri Dan Anak
Pertanyaan:
Seorang wanita berkeluarga mengatakan, bahwa apabila suaminya masuk rumah, ia memukul isteri dan anaknya. Wanita ini mengharapkan nasehat sehubungan dengan masalah ini dan yang serupa itu.

 

Jawaban:

Oleh Syaikh Ibnu Utsaimin Read the rest of this entry

Alternatif Sebelum Bercerai

Alternatif Sebelum Bercerai

Pertanyaan:
Islam tidak menetapkan talak kecuali sebagai alternatif terakhir untuk mengatasi problema suami isteri. Islam telah menetapkan langkah-langkah pendahuluan sebelum memilih talak. Kami mohon perkenan Syaikh untuk membahas tentang cara-cara pemecahan yang digariskan Islam untuk mengatasi perselisihan antara suami isteri sebelum memilih talak (bercerai).

 

Jawaban:

Oleh Syaikh Ibnu Baz Read the rest of this entry

Tidak Memperhatikan Isteri

Tidak Memperhatikan Isteri

Pertanyaan:Suami saya -semoga Allah memaafkannya- walaupun berakhlak baik dan takut terhadap Allah, ia sama sekali tidak punya perhatian terhadap saya di rumah. Ia selalu bermuka masam dan mudah sekali tersinggung, bahkan saya sering dituduh sebagai penyebabnya. Tapi Allah Mahatahu bahwa saya, alhamdulillah, senantiasa memenuhi haknya dan selalu berusaha membuatnya tenang dan tenteram serta  menjauhkan darinya segala sesuatu yang dapat menyakitinya, serta saya tetap bersabar menghadapi semua sikapnya terhadap saya.

Setiap kali saya bertanya tentang sesuatu atau mengajaknya berbicara tentang sesuatu, ia langsung marah dan menghardik, ia bilang bahwa itu perkataan bodoh dan tidak berguna, padahal ia selalu bersikap ceria terhadap teman-temannya. Sementara dalam pandangan saya sendiri, tidak ada yang saya lihat pada dirinya selain mencela dan memperlakukan saya dengan buruk. Sungguh hal ini sangat menyakiti dan menyiksa saya, sampai-sampai saya pergi meningalkan rumah beberapa kali.

Saya sendiri, alhamdulillah, seorang wanita yang berpendidikan menengah (SLA), dan saya bisa melaksanakan apa yang diwajibkan Allah atas saya.

Syaikh yang terhormat, jika saya meninggalkan rumah dan mendidik anak-anak sendirian serta bersabar menghadapi kesulitan hidup, apakah saya berdosa? Atau haruskah saya tetap bersamanya dalam kondisi seperti itu sambil puasa bicara dan bersikap masa bodoh terhadap urusan dan problematikanya?

Tolong beritahu saya tentang apa yang harus saya lakukan. Semoga Allah memberikan kebaikan pada anda.

 

 

Jawaban:

Oleh Syaikh Ibnu Utsaimin Read the rest of this entry