Menghajikan Dahulu atau Membagi Warisan?

Menghajikan Dahulu atau Membagi Warisan?
Pertanyaan:
Seorang wanita meninggal dunia dengan meninggalkan suami, ayah dan saudara-saudara laki-laki dan perempuan, ia meninggal setelah melahirkan bayi perempuan yang meninggal sebelumnya. Wanita ini meninggalkan sedikit uang. Para ahli warisnya ingin mengetahui bagian masing-masing. Di sisi lain, wanita yang meninggal itu belum melaksanakan haji, sementara sebagian ahli warisnya mengharapkan agar mengupah seseorang untuk menghajikannya sebelum pembagian warisan, namun sebagian lainnya tidak menyetujui kecuali setelah meminta fatwa dan mengetahui ketetapan syariat. Kini kami menunggu jawabannya.

 

Jawaban:

Oleh  Lajnah Daimah

Jika permasalahannya seperti yang disebutkan, maka terlebih dahulu dibayarkan dari warisan itu untuk mengupah orang yang akan menghajikan dan mengumrahkannya jika si wanita itu pada masa hidupnya memang mampu melaksanakannya, tapi jika ia miskin (tidak mampu) maka tidak wajib haji dan umrah.

Selebihnya digunakan untuk melunasi hutang jika ia berhutang, kemudian untuk memenuhi wasiatnya jika ia berwasiat. Sisanya, seperdua bagian untuk suaminya dan selebihnya untuk ayahnya. Adapun saudara-saudaranya tidak mendapat bagian, karena keberadaan ayah menggugurkan mereka. Sedangkan anaknya yang telah meninggal lebih dahulu, tidak mendapat warisan ibunya, karena di antara syarat pewarisan adalah keberadaan ahli waris ketika yang mewariskan itu meninggal, sementara si anak itu telah tiada saat kematian ibunya. Hanya Allahlah pemberi petunjuk.

Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Nabi kita Muhammad, semua keluarga dan para sahabatnya.

Rujukan:
Al-Lajnah Ad-Da’imah (dari kitab Fatawa Islamiyah), juz 3, hal. 49.
Disalin dari buku Fatwa-Fatwa Terkini Jilid 1, penerbit Darul Haq.

Kategori: Warisan
Sumber: http://fatwa-ulama.com

Dibuat oleh SalafiDB http://salafidb.googlepages.com

About hang puriah

Alhamdulillah Segala Puji hanya milik Allah Azza Wajalla yang telah melimpahkan nikmatNya [ Nikmat Iman, Islam, dan As-Sunnah ] | Shalawat dan salam tercurah kepada Nabi Sholaulah 'alaihi Wasalam | Allahumma Sholi'ala Muhammad waalaali muhammad | dan Mereka-Mereka [ salaf dan khalaf ] yang menggadaikan hidupnya untuk mempelajari memahami agama yang Haq ini sehingga kita di akhir zaman ini mendapatkan cahaya-cahaya islam | Biiznilaah | Semoga Allah Azzawalla merahmati mereka semua | Dan Seindah-indah nikmat adalah nikmat hidup dan mati di atas As-Sunnah | Karena inilah jalannya yang tertunjuki yang dibawa Nabi Sholaulah 'alaihi Wasalam | mari kita mengikuti mereka selangkah demi selangkah | Walaupun kita (khusus lebih khusus) tidak berilmu, dan tidak akan sanggup beramal (istiqomah) seperti mereka, waallahu waliyy at-taufig

Posted on April 27, 2013, in Warisan. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: