Apakah Menyentuh Kemaluan Membatalkan Wudhu?

Apakah Menyentuh Kemaluan Membatalkan Wudhu?

Pertanyaan:
Apakah menyentuh zakar (kemaluan laki-laki) membatalkan wudhu? sebab, saya mendengar bahwa katanya wudhu tidak batal, apakah ini benar?

 

Jawaban:

Oleh Syaikh Ibnu Jibrin

Terdapat dua buah hadits berkenaan dengan menyentuh ‘zakar’, salah satunya menyebutkan bahwa hal itu membatalkan wudhu.

مَنْ مَسَّ ذَكَرَهُ فَلْيَتَوَضَّأْ

“Barangsiapa yang menyentuh zakarnya maka hendaklah dia berwudlu’.” (HR.Ahmad, Jilid. VI, hal. 406; Sunan Abu Daud (181); Sunan at-Tirmidzi (82); Sunan an-Nasa’i, (444-447) dan Sunan Ibnu Majah (479). Hadits ini adalah hadits yang shahih).

Hadits kedua menyebutkan bahwa hal itu tidak membatalkan wudhu. Yaitu hadits yang diriwayatkan oleh Busrah binti Shafwan, beliau menyatakan hadits ini marfu’ (sampai secara shahih kepada Nabi صلی الله عليه وسلم -penj.), yaitu bunyinya:

Yaitu hadits yang diriwayatkan oleh Qais bin Thalq dari ayahnya -rodliallaanhu’anhu-, dia berkata, “Kami mendatangi Nabiyullah صلی الله عليه وسلم, lalu datanglah seorang laki-laki sepertinya dia seorang Arab Badui sembari berkata, “Wahai Nabi صلی الله عليه وسلمllah, Apa pendapatmu mengenai perbuatan seorang laki-laki menyentuh zakarnya setelah dia berwudhu?”. Beliau menjawab, “Ia hanyalah segumpal daging darinya.” atau dalam lafazh yang lain “(Ia hanyalah) bagian darinya.” (HR. Ahmad, Jilid IV, hal. 22; Sunan Abu Daud (182); Sunan at-Tirmidzi (85); Sunan Ibnu Majah (483). Imam al-Baihaqi berkata, “Untuk mentarjih (menguatkan) hadits Busrah atas hadits Thalq cukuplah (sebagai argumen-penj.) dengan mengetahui bahwa hadits Thalq tidak dikeluarkan oleh dua Syaikh (Imam al-Bukhari dan Muslim) dan kedua Syaikh ini tidak berhujjah dengan salah seorang pun dari mata rantai periwayatnya. Sedangkan terhadap hadits Busrah, keduanya telah berhujjah dengan seluruh mata rantai periwayatnya yang ada, hanya saja keduanya tidak mengeluarkan hadits tersebut (di dalam kitab shahih keduanya-penj.) akibat adanya perbedaan pendapat mengenai periwayat bernama Urwah dan Hisyam bin Urwah namun perbedaan ini tidak dapat mencegah vonis ‘shahih’ terhadapnya meskipun derajatnya turun sedikit dari kriteria (syarat) yang lazim dipakai oleh kedua Syaikh.” [selesai ucapan al-Baihaqi]. Abu Daud berkata, “Aku berkata kepada Imam Ahmad, Hadits Busrah tidak shahih?. Beliau menjawab, “Justru ia hadits yang shahih’.” (Lihat kitab at-Talkhish al-Habir, [karya Ibnu Hajar-penj.], Jilid. I, Hal. 131-134).

Pendapat yang berlaku adalah yang menyatakan bahwa hal itu membatalkan wudhu sebagai langkah hati-hati (preventif). Dalam hal ini, sebagian sahabat pun mengamalkan pendapat seperti ini. Jika seseorang tidak berwudhu lagi setelah itu karena mentakwil (tidak mengetahui mana yang lebih shahih lantas mengamalkan hadits yang kurang shahih-penj.), maka shalatnya tetap sah hukumnya namun bila dia menyentuhnya karena dorongan birahi, maka pendapat yang lebih kuat adalah batal hukumnya. Wallahu a’lam.

Sumber:
Kitab al-Lu’lu’ al-Makin Min Fatawa Ibnu Jibrin, hal. 76,77.
Disalin dari buku Fatwa-Fatwa Terkini Jilid 1, penerbit Darul Haq.

Kategori: Thaharah
Sumber: http://fatwa-ulama.com

Dibuat oleh SalafiDB http://salafidb.googlepages.com

About hang puriah

Alhamdulillah Segala Puji hanya milik Allah Azza Wajalla yang telah melimpahkan nikmatNya [ Nikmat Iman, Islam, dan As-Sunnah ] | Shalawat dan salam tercurah kepada Nabi Sholaulah 'alaihi Wasalam | Allahumma Sholi'ala Muhammad waalaali muhammad | dan Mereka-Mereka [ salaf dan khalaf ] yang menggadaikan hidupnya untuk mempelajari memahami agama yang Haq ini sehingga kita di akhir zaman ini mendapatkan cahaya-cahaya islam | Biiznilaah | Semoga Allah Azzawalla merahmati mereka semua | Dan Seindah-indah nikmat adalah nikmat hidup dan mati di atas As-Sunnah | Karena inilah jalannya yang tertunjuki yang dibawa Nabi Sholaulah 'alaihi Wasalam | mari kita mengikuti mereka selangkah demi selangkah | Walaupun kita (khusus lebih khusus) tidak berilmu, dan tidak akan sanggup beramal (istiqomah) seperti mereka, waallahu waliyy at-taufig

Posted on April 27, 2013, in Thaharah. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: