Membuat/Memahat Patung

Membuat/Memahat Patung
Pertanyaan:
Apa hukum membuat patung? Semoga Allah menjaga dan memeliharamu.

 

Jawaban:

Oleh Syaikh Ibnu Utsaimin

Membuat patung yang memiliki bentuk, jika patung itu adalah patung dari sesuatu yang bernyawa, maka hal itu haram dan tidak diperbolehkan. Karena Nabi صلی الله عليه وسلم telah menegaskan hal itu dan melaknat para pembuat gambar, juga ditegaskan dengan hadits dari beliau, bahwa beliau bersabda,

قَالَ اللهُ وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ يَخْلُقُ خَلْقاً كَخَلْقِيْ

Allah سبحانه و تعالى berfirman dalam hadits qudsi, ‘Dan siapa yang lebih sesat dari orang yang menciptakan makhluk seperti makhluk ciptaanKu’.”[1]

Maka hal itu diharamkan.

Jika patung-patung itu tidak berbentuk makhluk yang bernyawa, maka hal itu diperbolehkan, dan diperbolehkan juga untuk mencari nafkah dengan membuat patung-patung yang demikian. Karena hal itu (membuat patung yang tidak berbentuk makhluk bernyawa) termasuk pada perbuatan yang mubah (diperbolehkan). Semoga Allah memberi petunjuk.

_________
Footnote:
[1] Al-Bukhari dalam bab at-Tauhid (7559); Muslim dalam al-Libas (2111).Rujukan:
Risalah Shifat Shalatin Nabi a, hal. 28, Ibn Utsaimin.
Disalin dari buku Fatwa-Fatwa Terkini Jilid 3, penerbit Darul Haq.

Kategori: Tashwir
Sumber: http://fatwa-ulama.com

Dibuat oleh SalafiDB http://salafidb.googlepages.com

About hang puriah

Alhamdulillah Segala Puji hanya milik Allah Azza Wajalla yang telah melimpahkan nikmatNya [ Nikmat Iman, Islam, dan As-Sunnah ] | Shalawat dan salam tercurah kepada Nabi Sholaulah 'alaihi Wasalam | Allahumma Sholi'ala Muhammad waalaali muhammad | dan Mereka-Mereka [ salaf dan khalaf ] yang menggadaikan hidupnya untuk mempelajari memahami agama yang Haq ini sehingga kita di akhir zaman ini mendapatkan cahaya-cahaya islam | Biiznilaah | Semoga Allah Azzawalla merahmati mereka semua | Dan Seindah-indah nikmat adalah nikmat hidup dan mati di atas As-Sunnah | Karena inilah jalannya yang tertunjuki yang dibawa Nabi Sholaulah 'alaihi Wasalam | mari kita mengikuti mereka selangkah demi selangkah | Walaupun kita (khusus lebih khusus) tidak berilmu, dan tidak akan sanggup beramal (istiqomah) seperti mereka, waallahu waliyy at-taufig

Posted on April 24, 2013, in Tashwir. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: