Makna Hadits: “Sesungguhnya Ruqyah dan Tamimah Adalah Syirik”

Makna Hadits: “Sesungguhnya Ruqyah dan Tamimah Adalah Syirik”
Pertanyaan:
Apa makna hadits: “Sesungguhnya ruqyah, tamimah dan tiwalah adalah syirik?”

 

Jawaban:

Oleh Syaikh Ibnu Baz

Hadits ini tidak masalah dengan sanadnya, yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Daud dari hadits Ibnu Mas’ud. Makna hadits ini, menurut Ahli ilmu, bahwa ruqyah yang berisi kata-kata yang tidak diketahui maknanya, nama-nama setan, atau serupa itu, dilarang. Tiwalah adalah sejenis sihir.

Mereka menyebutnya sebagai “memisahkan dan menghubungkan”. Sedangkan tamimah adalah sesuatu yang digantungkan pada anak-anak untuk menangkal ‘ain atau jin. Adakalanya itu digantungkan pada orang yang sakit dan orang dewasa, adakalanya digantungkan pada unta dan sejenisnya. Apa yang digantungkan pada binatang ternak disebut al-Autar. Ini termasuk syirik kecil dan hukumnya seperti hukum tamimah. Telah shahih dari Rasulullah صلی الله عليه وسلم bahwa beliau mengutus dalam suatu peperangan, seorang utusan kepada pasu-kan untuk mengatakan kepada mereka,

لاَ يَبْقَيَنَّ فيِ رَقَبَةِ بَعِيْرٍ قِلاَدَةٌ مِنْ وَتَرٍ إِلاَّ قُطِعَتْ

“Janganlah bersisi jimat yang masih ada pada leher unta melainkan harus diputus.” [1]

Ini merupakah hujjah atas diharamkannya tamimah seluruhnya, baik berupa al-Qur’an atau selainnya.

Demikian pula ruqyah diharamkan, jika tidak dipahami. Adapun jika ruqyah tersebut dikenal, yang tidak ada kesyirikan di dalamnya dan tidak pula menyelisihi syariat, maka tidak mengapa. Karena Nabi صلی الله عليه وسلم meruqyah dan diruqyah. Beliau bersabda,
“Tidak mengapa dengan ruqyah, selagi tidak mengandung kesyirikan.” [2] (HR. Muslim).

Demikian meruqyah pada air tidak mengapa. Yaitu, dibacakan pada air dan diminumkan pada orang yang sakit atau mengguyurkannya. Karena Nabi صلی الله عليه وسلم pernah melakukan hal itu. Dalam riwayat yang sah dalam Sunan Abi Daud dalam kitab ath-Thibb bahwa beliau صلی الله عليه وسلم membaca pada air untuk Tsabit bin Qais bin Syammas, kemudian mengguyurkannya padanya. Para salaf juga melakukannya. Jadi, tidak mengapa.
Footnote:
[1] HR. Al-Bukhari dalam al-Jihad wa as-Sair, no. 3005; dan Muslim dalam al-Libas wa az-Zinah, no. 2115.
[2] Muslim, no. 2200, kitab as-Salam; Abu Daud dalam ath-Thibb, no. 3886, redaksi ini dari riwayatnya.

Rujukan:
Majalah al-Buhuts al-Islamiyah, vol. 4, hal. 161-172. Fatwa ini adalah fatwa Syaikh bin Baz.
Disalin dari buku Fatwa-Fatwa Terkini Jilid 3, penerbit Darul Haq.

Kategori: Tamaim
Sumber: http://fatwa-ulama.com

Dibuat oleh SalafiDB http://salafidb.googlepages.com

About hang puriah

Alhamdulillah Segala Puji hanya milik Allah Azza Wajalla yang telah melimpahkan nikmatNya [ Nikmat Iman, Islam, dan As-Sunnah ] | Shalawat dan salam tercurah kepada Nabi Sholaulah 'alaihi Wasalam | Allahumma Sholi'ala Muhammad waalaali muhammad | dan Mereka-Mereka [ salaf dan khalaf ] yang menggadaikan hidupnya untuk mempelajari memahami agama yang Haq ini sehingga kita di akhir zaman ini mendapatkan cahaya-cahaya islam | Biiznilaah | Semoga Allah Azzawalla merahmati mereka semua | Dan Seindah-indah nikmat adalah nikmat hidup dan mati di atas As-Sunnah | Karena inilah jalannya yang tertunjuki yang dibawa Nabi Sholaulah 'alaihi Wasalam | mari kita mengikuti mereka selangkah demi selangkah | Walaupun kita (khusus lebih khusus) tidak berilmu, dan tidak akan sanggup beramal (istiqomah) seperti mereka, waallahu waliyy at-taufig

Posted on April 23, 2013, in Takwil Mimpi. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: