Hukum Menggantung Kertas-kertas yang Bertuliskan Ayat-ayat dan Selainnya Pada Leher Anak-anak

Hukum Menggantung Kertas-kertas yang Bertuliskan Ayat-ayat dan Selainnya Pada Leher Anak-anak
Pertanyaan:
Apa hukum orang-orang yang melakukan sihir? Yakni, orang-orang yang menulis ayat-ayat al-Quran dan Asma Allah سبحانه و تعالى serta menjualnya kepada khalayak seraya mengatakan, “Inilah yang akan memeliharamu”; atau ketika anak dilahirkan atau sakit, mereka menulis pada kertas dan menggantungkan di lehernya; atau memberikan kepada pelajar (seraya mengatakan), “Inilah yang akan membuatmu cerdik dan berakal” terutama di tanah air kami, Afrika, dan beberapa negara Arab.

 

Jawaban:

Oleh Lajnah Daimah

Diharamkan menulis sesuatu dari selain al-Qur’an dan Asma’ Allah pada kertas atau selainnya untuk digantungkan di leher anak-anak yang sakit, binatang ternak, atau sejenisnya, karena mengharapkan kesembuhan; menggantungkan pada mereka karena berharap terjaga dari berbagai penyakit, tipu daya musuh atau tertimpa penyakit ‘ain dan kedengkian; atau digantungkan pada para penuntut ilmu karena mengharapkan kecerdasan, cepat hapalan, kepahaman dan selainnya. Nabi صلی الله عليه وسلم telah menyebutnya sebagai kesyirikan, dengan sabdanya,

مَنْ عَلَّقَ تَمِيْمَةً فَقَدْ أَشْرَكَ

“Barangsiapa menggantungkan tamimah, maka ia telah syirik.” [1]

Diharamkan pula menjualnya serta menggantungkannya, dan harga yang diperoleh dari menjual kertas-kertas ini adalah haram. Para pejabat berwenang wajib mencegahnya dan menghukum para pelakunya serta siapa saja yang pergi kepada mereka, dan menjelaskan bahwa ini termasuk tamimah yang diharamkan oleh Rasulullah صلی الله عليه وسلم, agar mereka tertuntun kepada kebenaran dan berhenti dari keharaman-keharaman.

Adapun menulis ayat-ayat al-Qur’an, Asma’ Allah dan sejenisnya berupa dzikir-dzikir dan doa-doa yang shahih, maka ini diperselisihkan di kalangan ulama. Di antara mereka ada yang mengharamkannya dari kalangan ulama salaf dan di antara mereka ada yang memberi keringanan. Dan, yang benar, bahwa itu tidak boleh, berdasarkan keumuman hadits-hadits yang melarang menggantungkan tamimah, dan menutup jalan dari menggantungkan tamimah dari selain al-Qur’an serta melindungi al-Qur’an dan Asma Allah dari segala yang tidak pantas. Semoga shalawat dan salam senantiasa Allah limpahkan atas Nabi kita, Muhammad, keluarganya dan para sahabatnya.
Footnote:
[1] HR. Ahmad dalam al-Musnad, no. 16969.

Rujukan:
Fatwa-Fatwa al-Lajnah ad-Da’imah, jilid 1, hal. 207-208.
Disalin dari buku Fatwa-Fatwa Terkini Jilid 3, penerbit Darul Haq.

Kategori: Tamaim
Sumber: http://fatwa-ulama.com

Dibuat oleh SalafiDB http://salafidb.googlepages.com

About hang puriah

Alhamdulillah Segala Puji hanya milik Allah Azza Wajalla yang telah melimpahkan nikmatNya [ Nikmat Iman, Islam, dan As-Sunnah ] | Shalawat dan salam tercurah kepada Nabi Sholaulah 'alaihi Wasalam | Allahumma Sholi'ala Muhammad waalaali muhammad | dan Mereka-Mereka [ salaf dan khalaf ] yang menggadaikan hidupnya untuk mempelajari memahami agama yang Haq ini sehingga kita di akhir zaman ini mendapatkan cahaya-cahaya islam | Biiznilaah | Semoga Allah Azzawalla merahmati mereka semua | Dan Seindah-indah nikmat adalah nikmat hidup dan mati di atas As-Sunnah | Karena inilah jalannya yang tertunjuki yang dibawa Nabi Sholaulah 'alaihi Wasalam | mari kita mengikuti mereka selangkah demi selangkah | Walaupun kita (khusus lebih khusus) tidak berilmu, dan tidak akan sanggup beramal (istiqomah) seperti mereka, waallahu waliyy at-taufig

Posted on April 23, 2013, in Takwil Mimpi. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: