Hukum Sembelihan Untuk Orang Sakit, atau Meletakkan Gelang Perak atau Sepotong Kain di Tangan Orang Sakit

Hukum Sembelihan Untuk Orang Sakit, atau Meletakkan Gelang Perak atau Sepotong Kain di Tangan Orang Sakit
Pertanyaan:
Ada orang-orang yang pengobatan mereka terhadap orang lain berisi penyembelihan seekor kambing atau ayam di atas dada atau kepala seseorang, atau sebuah gelang yang diletakkan di tangan orang yang sakit, sepotong kain kecil atau segenggam tanah -kalau tidak salah mereka mengatakan bahwa kain dan tanah tersebut adalah kain dan tanah kubur kerabat mereka yang shalih-. Lalu, apa hukum berobat dengan semua ini? Dan apakah boleh mempercayai mereka, apabila mereka mengabarkan tentang sesuatu?

 

Jawaban:

Oleh Lajnah Daimah

Diharamkan menyembelih untuk selain Allah. Nabi صلی الله عليه وسلم telah melaknat siapa yang menyembelih untuk selain Allah. Karena ini salah satu jenis kesyirikan. Allah سبحانه و تعالى berfirman,

“Katakanlah, ‘Sesungguhnya shalatku, ibadahku (sembelihanku), hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam, tiada sekutu baginya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)’.” (Al-An’am: 162-163).

Telah shahih dari Rasulullah صلی الله عليه وسلم bahwa beliau bersabda,

لَعَنَ اللهُ مَنْ ذَبَحَ لِغَيْرِ اللهِ

“Allah melaknat siapa yang menyembelih untuk selain Allah.”[1]

Adapun penyembuhan dengan cara yang tersebut dalam pertanyaan, maka ini kemungkaran yang tidak diperbolehkan, walaupun penyembelihan tersebut karena Allah سبحانه و تعالى. Dan, tidak boleh mempercayai apa yang mereka beritakan, karena mereka termasuk orang-orang yang tersesat dan para dajjal. Telah shahih dari Rasulullah صلی الله عليه وسلم,

“Siapa yang mendatangi peramal lalu bertanya kepadanya tentang sesuatu, maka tidak diterima shalatnya selama 40 malam.”[2]

Beliau صلی الله عليه وسلم bersabda,
“Barangsiapa mendatangi seorang dukun lalu mempercayai apa yang dikatakannya, maka ia telah kafir kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad.”[3]

Billahit Taufiq. Semoga shalawat dan salam senantiasa Allah limpahkan atas Nabi kita, Muhammad, keluarganya dan para sahabatnya.

_________
Footnote:
[1] HR. Muslim, no. 1978, kitab al-Adhahii.
[2] HR. Muslim, no. 2230, kitab as-Salam.
[3] HR. at-Tirmidzi, no. 135, kitab ath-Thaharah; Ibnu Majah, no. 639, kitab ath-Thaharah; dan Ahmad dalam al-Musnad, no. 9252.
Rujukan:
Majalah al-Buhuts al-Islamiyah, edisi 28, hal. 85-86, al-Lajnah ad-Da’imah.
Disalin dari buku Fatwa-Fatwa Terkini Jilid 2, penerbit Darul Haq.

Kategori: Sihir
Sumber: http://fatwa-ulama.com

Dibuat oleh SalafiDB http://salafidb.googlepages.com

About hang puriah

Alhamdulillah Segala Puji hanya milik Allah Azza Wajalla yang telah melimpahkan nikmatNya [ Nikmat Iman, Islam, dan As-Sunnah ] | Shalawat dan salam tercurah kepada Nabi Sholaulah 'alaihi Wasalam | Allahumma Sholi'ala Muhammad waalaali muhammad | dan Mereka-Mereka [ salaf dan khalaf ] yang menggadaikan hidupnya untuk mempelajari memahami agama yang Haq ini sehingga kita di akhir zaman ini mendapatkan cahaya-cahaya islam | Biiznilaah | Semoga Allah Azzawalla merahmati mereka semua | Dan Seindah-indah nikmat adalah nikmat hidup dan mati di atas As-Sunnah | Karena inilah jalannya yang tertunjuki yang dibawa Nabi Sholaulah 'alaihi Wasalam | mari kita mengikuti mereka selangkah demi selangkah | Walaupun kita (khusus lebih khusus) tidak berilmu, dan tidak akan sanggup beramal (istiqomah) seperti mereka, waallahu waliyy at-taufig

Posted on April 22, 2013, in Sihir. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: