Cara Nabi Disihir dan Perangainya Pada Saat Disihir

Cara Nabi Disihir dan Perangainya Pada Saat Disihir
Pertanyaan:
Apakah benar bahwa Nabi صلی الله عليه وسلم disihir; jika memang benar, bagaimana sikap beliau terhadap sihir dan terhadap siapa yang menyihirnya?

 

Jawaban:

Oleh Syaikh Shalih Al-Fauzan

Benar, Nabi صلی الله عليه وسلم pernah disihir. Dari Aisyah -rodliallaahu’anha- bahwa Nabi صلی الله عليه وسلم disihir sehingga terbayang seolah-olah beliau melakukan sesuatu padahal tidak melakukannya. Beliau mengatakan kepadanya pada suatu hari, bahwa:

“Dua malaikat datang kepada beliau lalu salah satu dari keduanya duduk di sisi kepalanya dan yang lainnya di sisi kedua kakinya. Salah satu dari keduanya bertanya kepada yang lain, ‘Bagaimana keadaannya?’ Ia menjawab, ‘Ia disihir.’ Dia bertanya, ‘Siapa yang menyihirnya?’ Ia menjawab, ‘Labid bin al-A’sham.’ Dia bertanya, ‘Pada apa?’ Ia menjawab, ‘Pada sisir dan buntalan rambut dalam sebuah mayang kurma di sumur Dzarwan.'” [1]

Ibnul Qayyim berkata, “Segolongan manusia mengingkari hal ini. Kata mereka, ini tidak boleh terjadi atas beliau. Mereka menyangkanya sebagai kekurangan dan aib. Perkaranya bukan sebagaimana yang mereka duga, bahkan ini sejenis perkara yang dapat berpengaruh kepada beliau seperti penyakit. Ini adalah salah satu penyakit dan menimpanya sihir ini kepada beliau seperti beliau terkena racun, tidak ada perbedaan di antara keduanya.”

Ia menyebutkan dari Qadhi ‘Iyadh yang mengatakan, “Sihir ini tidak menodai kenabiannya. Adapun yang terbayang pada beliau bahwa seolah-olah beliau melakukan sesuatu padahal beliau tidak melakukannya, maka tidak ada dalam hal ini sesuatu yang mempengaruhi beliau sedikit pun, berdasarkan dalil dan ijma’ atas keterjagaan beliau dari hal ini. Sihir tersebut hanya bisa mempengaruhinya dalam urusan dunianya, yang mana beliau tidak diutus untuknya dan tiada kelebihan karenanya. Beliau dalam hal ini bisa mendapatkan penyakit seperti manusia lainnya. Jadi, tidak mustahil bila seolah-olah terbayang pada beliau dari perkara-perkara dunia yang tiada hakikatnya. Kemudian beliau terbebas darinya sebagaimana sedia kala.”

Ketika beliau mengetahui bahwasanya beliau disihir, beliau memohon kepada Allah سبحانه و تعالى supaya ditunjukkan tempat sihir tersebut. Kemudian beliau mengeluarkannya dan membatalkannya, lalu lenyaplah sihir yang menimpanya sehingga seakan-akan beliau lepas dari ikatan. Beliau tidak menghukum orang yang menyihirnya. Bahkan ketika para sahabat berkata kepada beliau, “Wahai Rasulullah, mengapa kita tidak menangkap orang yang keji itu untuk kita bunuh?” Beliau menjawab, “Adapun aku maka Allah telah menyembuhkanku, dan aku khawatir bila hal itu berpengaruh buruk kepada orang lain.” [2]

Footnote:
[1] HR. Al-Bukhari dalam ad-Da’awat, no. 6391; Muslim dalam as-Salam, no. 2189; Ahmad, no. 23826 dan lafal ini dari riwayatnya.
[2] HR. Al-Bukhari dalam ad-Da’awat, no. 6391; Muslim dalam as-Salam, no. 2189; Ahmad, no. 23826 dan lafal ini dari riwayatnya selain lafal, ” Mengapa kita tidak menangkap orang yang keji itu untuk kita bunuh?”

Rujukan:
Al-Muntaqa min Fatawa asy-Syaikh Shalih al-Fauzan, jilid 2, hal. 57-58.
Disalin dari buku Fatwa-Fatwa Terkini Jilid 3, penerbit Darul Haq.

Kategori: Sihir
Sumber: http://fatwa-ulama.com

Dibuat oleh SalafiDB http://salafidb.googlepages.com

About hang puriah

Alhamdulillah Segala Puji hanya milik Allah Azza Wajalla yang telah melimpahkan nikmatNya [ Nikmat Iman, Islam, dan As-Sunnah ] | Shalawat dan salam tercurah kepada Nabi Sholaulah 'alaihi Wasalam | Allahumma Sholi'ala Muhammad waalaali muhammad | dan Mereka-Mereka [ salaf dan khalaf ] yang menggadaikan hidupnya untuk mempelajari memahami agama yang Haq ini sehingga kita di akhir zaman ini mendapatkan cahaya-cahaya islam | Biiznilaah | Semoga Allah Azzawalla merahmati mereka semua | Dan Seindah-indah nikmat adalah nikmat hidup dan mati di atas As-Sunnah | Karena inilah jalannya yang tertunjuki yang dibawa Nabi Sholaulah 'alaihi Wasalam | mari kita mengikuti mereka selangkah demi selangkah | Walaupun kita (khusus lebih khusus) tidak berilmu, dan tidak akan sanggup beramal (istiqomah) seperti mereka, waallahu waliyy at-taufig

Posted on April 21, 2013, in Sihir. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: