Mengucapkan Salam kepada Orang Kafir

Mengucapkan Salam kepada Orang Kafir
Pertanyaan:
Akhir-akhir ini, sebagai akibat dari interaksi dengan barat dan timur, yang rata-rata kaum kuffar dengan berbagai latar belakang agama, kami melihat mereka berulang kali mengucapkan salam Islam kepada kita saat kita berjumpa dengan mereka di mana saja. Bagaimana sikap kita menghadapi mereka?

 

Jawaban:

Oleh Syaikh Ibnu Baz

Telah disebutkan dari Rasulullah صلی الله عليه وسلم, bahwa beliau bersabda,

لاَ تَبْدَؤُوا الْيَهُوْدَ وَلاَ النَّصَارَى بِالسَّلاَمِ فَإِذَا لَقِيْتُمْ أَحَدَهُمْ فِيْ طَرِيْقٍ فَاضْطَرُّوْهُ إِلَى أَضْيَقِهِ

“Janganlah kalian memulai kaum Yahudi dan jangan pula kaum Nashrani dengan ucapan salam. Jika kalian menjumpai salah seorang mereka di suatu jalan, himpitlah ia ke pinggir.?[1]

Dalam sabda beliau yang lain disebutkan,

إِذَا سَلَّمَ عَلَيْكُمْ أَهْلُ الْكِتَابِ فَقُوْلُوْا وَعَلَيْكُمْ

“Jika ada ahli kitab yang menguapkan salam kepada kalian maka jawablah ‘wa ‘alaikum’.”[2]

Ahli kitab adalah kaum Yahudi dan Nashrani. Hukum orang-orang kafir lainnya adalah seperti kaum Yahudi dan Nashrani dalam masalah ini karena setahu kami tidak ada dalil yang membedakan mereka.

Dari itu, sama sekali tidak boleh memulai mengucapkan salam kepada orang kafir, jika orang kafir itu yang lebih dulu mengucapkan salam, maka kita membalasnya dengan ucapan ‘wa ‘alaikum’ sebagai pengamalan perintah Rasululah صلی الله عليه وسلم. Tidak terlarang pula jika setelahnya kita mengatakan kepadanya, ‘Bagaimana kabar anda?’ ‘Dan bagaimana kabar anak-anak anda?’ Hal ini dibolehkan oleh sebagian ahlul ilmi, di antaranya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah 5. Lebih-lebih jika hal ini bisa mendatangkan maslahat bagi Islam, di antaranya adalah untuk menjadikannya suka kepada Islam dan mengajaknya agar mau menerima dakwah Islam, hal ini selaras dengan firman Allah سبحانه و تعالى, “Serulah (manusia) kepada jalan Rabbmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik.” (An-Nahl: 125). Dan firmanNya, “Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zhalim diantara mereka.” (Al-Ankabut: 46).

_________
Footnote:
[1] HR. Muslim dalam As-Salam (2167).
[2] Muttafaq ‘alaih: Al-Bukhari dalam Al-Isti’dzan (6258), Muslim dalam As-Salam (2163).Rujukan:
Fatawa Islamiyyah, Syaikh Ibnu Baz, juz 1, hal. 118.
Disalin dari buku Fatwa-Fatwa Terkini Jilid 2, penerbit Darul Haq.

Kategori: Seputar Orang Kafir
Sumber: http://fatwa-ulama.com

Dibuat oleh SalafiDB http://salafidb.googlepages.com

About hang puriah

Alhamdulillah Segala Puji hanya milik Allah Azza Wajalla yang telah melimpahkan nikmatNya [ Nikmat Iman, Islam, dan As-Sunnah ] | Shalawat dan salam tercurah kepada Nabi Sholaulah 'alaihi Wasalam | Allahumma Sholi'ala Muhammad waalaali muhammad | dan Mereka-Mereka [ salaf dan khalaf ] yang menggadaikan hidupnya untuk mempelajari memahami agama yang Haq ini sehingga kita di akhir zaman ini mendapatkan cahaya-cahaya islam | Biiznilaah | Semoga Allah Azzawalla merahmati mereka semua | Dan Seindah-indah nikmat adalah nikmat hidup dan mati di atas As-Sunnah | Karena inilah jalannya yang tertunjuki yang dibawa Nabi Sholaulah 'alaihi Wasalam | mari kita mengikuti mereka selangkah demi selangkah | Walaupun kita (khusus lebih khusus) tidak berilmu, dan tidak akan sanggup beramal (istiqomah) seperti mereka, waallahu waliyy at-taufig

Posted on April 16, 2013, in Seputar Orang Kafir. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: