Sombong atau Tidak: Memanjangkan Pakaian Bagi Laki-laki Tetap Haram

Sombong atau Tidak: Memanjangkan Pakaian Bagi Laki-laki Tetap Haram
Pertanyaan:
Bagaimana hukum memanjangkan pakaian jika dimaksudkan untuk sombong ataupun bukan? Dan bagaimana hukumnya jika seseorang terpaksa memanjangkan pakaiannya karena paksaan dari keluarganya, masih kecil, atau karena kebiasaan yang berlaku?

 

Jawaban:

Oleh Syaikh Ibnu Baz

Hukumnya haram bagi kaum laki-laki, berdasarkan sabda Nabi صلی الله عليه وسلم,

مَا أَسْفَلَ مِنَ الْكَعْبَيْنِ فَفِيْ النَّارِ

“Bagian dari kain sarung yang lebih rendah dari kedua mata kaki berada di dalam neraka.” (HR. Al-Bukhari dalam Shahihnya).

Dari Abu Dzar رضي الله عنه bahwa Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda,

ثَلاَثَةٌ لاَ يُكَلِّمُهُمُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلاَ يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ وَلاَ يُزَكِّيْهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيْمٌ: اْلمَنَّانُ بِمَا أَعْطَى وَاْلمُسْبِلُ إِزَارَهُ وَاْلمُنَفِّقُ سِلْعَتَهُ بِالْحَلَفِ الْكَاذِبِ

“Ada tiga orang yang tidak akan disapa oleh Allah سبحانه و تعالى pada hari kiamat dan Allah tidak akan melihat kepada mereka dan tidak juga akan menyucikan mereka, dan bagi mereka adzab yang pedih; orang yang mengungkit-ungkit pemberiannya, orang yang memanjang-kan kain sarungnya dan orang yang melariskan dagangannya dengan sumpah palsu.” (HR. Muslim dalam al-Iman (106) ; an-Nasa’i dalam az-Zakat (2564). Lafazh ini dari riwayat an-Nasa’i)

Kedua hadits ini dan pengertian yang dikandung keduanya berlaku umum bagi orang yang memanjangkan pakaiannya baik untuk kesombongan maupun bukan. Hal ini disebabkan karena Rasulullahصلی الله عليه وسلمmenunjukkannya secara umum dan tidak meng-khususkan sesuatu. Jika memanjangkan pakaian itu untuk sombong, maka dosanya akan menjadi lebih besar dan ancamannya pun lebih keras, berdasarkan sabda Rasulullah صلی الله عليه وسلم,

مَنْ جَرَّ ثَوْبَهُ خُيَلاَءَ لَمْ يَنْظُرِ اللهُ إِلَيْهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Barangsiapa memanjangkan pakaiannya karena sombong, maka Allah tidak akan melihat kepadanya pada hari kiamat.” (HR. Al-Bukhari dalam al-Libas (3665); Muslim dalam al-Libas (2085))

Seseorang tidak boleh beranggapan bahwa larangan memanjangkan pakaian tersebut bersifat khusus dengan maksud kesombongan; karena Rasul صلی الله عليه وسلم tidak mengkhususkan hal itu dalam hadits yang lain, yaitu sabda beliau kepada sebagian sahabat beliau,

إِيَّاكَ وَإِسْبَالِ اْلإِزَارِ فَإِنَّهَا مِنَ اْلمَخِيْلَةِ

“Hendaknya kamu sekalian menjauhi memanjangkan kain sarung (pakaian) karena hal itu merupakan bagian dari kesombongan.” (HR. Abu Dawud dalam al-Libas (4084); Ahmad (65/4) (15525))

Oleh karena itu, semua bentuk memanjangkan pakaian ter-masuk dalam kategori kesombongan atau pamer. Karena seringkali yang terjadi adalah demikian. Jadi, seseorang yang memanjang-kan pakaiannya bukan untuk pamer, tetapi hal itu merupakan perantara menuju ke sana, dan perantara tersebut hukumnya sama dengan hukum tindakan yang diakibatkannya. Hal itu juga karena merupakan sikap berlebih-lebihan dan sangat memung-kinkan pakaian terkena najis dan kotoran. Berkenaan dengan hal itu, berdasarkan riwayat dari Umar رضي الله عنه ditegaskan bahwasanya beliau melihat seorang pemuda mengenaikan pakaian yang menyentuh tanah lalu beliau berkata kepadanya, “Angkatlah pakaianmu, sesungguhnya hal itu lebih suci bagi Tuhanmu dan lebih membersihkan pakaianmu.”

Sedangkan sabda Rasulullah صلی الله عليه وسلم kepada Abu Bakar رضي الله عنه ketika beliau berkata kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya kain sarungku melorot, kecuali aku berupaya menjaganya. Rasulullah aصلی الله عليه وسلم bersabda,

لَسْتَ مِمَّنْ يَصْنَعُهُ خُيَلاَءَ

“Engkau tidak termasuk orang yang bermaksud kesombongan.” (HR. Al-Bukhari dalam al-Libas (5784))

Yang dimaksud Rasul صلی الله عليه وسلم bahwa orang yang memelihara pakaiannya, jika kainnya melorot lalu ia mengangkatnya, maka orang tersebut tidak termasuk orang yang memanjangkan pakaiannya hingga menyapu tanah untuk pamer karena ia tidak memanjangkannya. Akan tetapi, hal itu adalah karena kainnya yang melorot lalu ia berusaha mengangkatnya dan memeliha-ranya. Tidak diragukan lagi bahwa kasus ini dimaafkan.

Namun demikian, orang yang sengaja melorotkannya, apakah hal itu mantel, celana, kain sarung atau baju gamis, maka ia termasuk orang yang mendapat ancaman dan tidak dimaafkan atas tindakannya memanjangkan pakaian tersebut, karena hadits-hadits yang shahih yang melarang memanjangkan pakaiannya bersifat umum, baik dari segi konteksnya, maknanya maupun maksudnya. Maka, kewajiban atas setiap muslim adalah menghindari memanjangkan pakaian dan hendaknya bertakwa kepada Allah سبحانه و تعالى dalam hal tersebut, dan jangan memanjangkan pakaiannya lebih rendah dari mata kaki sebagai wujud pelaksanaan atas hadits-hadits shahih dan menghindarkan diri dari kemurkaan Allah dan siksaNya. Hanya Allah-lah Yang Maha Memberi taufiq.

Rujukan:
Kitab ad-Da’wah, hal. 128-129, Ibn Baz. Disalin dari buku Fatwa-Fatwa Terkini Jilid 3, penerbit Darul Haq.

Kategori: Pakaian – Perhiasan
Sumber: http://fatwa-ulama.com

Dibuat oleh SalafiDB http://salafidb.googlepages.com

About hang puriah

Alhamdulillah Segala Puji hanya milik Allah Azza Wajalla yang telah melimpahkan nikmatNya [ Nikmat Iman, Islam, dan As-Sunnah ] | Shalawat dan salam tercurah kepada Nabi Sholaulah 'alaihi Wasalam | Allahumma Sholi'ala Muhammad waalaali muhammad | dan Mereka-Mereka [ salaf dan khalaf ] yang menggadaikan hidupnya untuk mempelajari memahami agama yang Haq ini sehingga kita di akhir zaman ini mendapatkan cahaya-cahaya islam | Biiznilaah | Semoga Allah Azzawalla merahmati mereka semua | Dan Seindah-indah nikmat adalah nikmat hidup dan mati di atas As-Sunnah | Karena inilah jalannya yang tertunjuki yang dibawa Nabi Sholaulah 'alaihi Wasalam | mari kita mengikuti mereka selangkah demi selangkah | Walaupun kita (khusus lebih khusus) tidak berilmu, dan tidak akan sanggup beramal (istiqomah) seperti mereka, waallahu waliyy at-taufig

Posted on April 12, 2013, in Pakaian - Perhiasan. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: