Penyusuan Yang Menyebabkan Mahram

Penyusuan Yang Menyebabkan Mahram

Pertanyaan:
Penyusuan bagaimanakah yang menyebabkan mahrom?

 

Jawaban:

Oleh Syaikh Ibnu Utsaimin

Penyusuan yang menyebabkan mahrom adalah yang memenuhi tiga syarat:

Pertama: Berasal dari manusia. Jika ada dua anak yang menyusu pada seekor binatang, maka keduanya tidak menjadi bersaudara karena penyusuan tersebut.

Kedua: Lima kali susuan atau lebih secara terpisah. Adapun yang kurang dari lima kali susuan tidak menyebabkan mahrom.

Ketiga: Masih pada masa menyusu, berdasarkan sabda Nabi صلی الله عليه وسلم. Jika telah melewati masa menyusu maka tidak berpengaruh dan tidak menyebabkan mahrom.

Ada yang berpendapat, bahwa masa menyusu itu adalah dalam dua tahun (pertama), adapun setelah itu tidak termasuk masa menyusu. Ada juga yang mengatakan bahwa masa menyusu adalah sebelum disapih. Ini yang lebih mendekati kebenaran. Sebab, jika bayi telah disapih, maka ia tidak lagi makan susu, tapi memakan makanan lainnya, sehingga saat itu, penyusuan tidak lagi berpengaruh.

Dalil syarat pertama adalah firman Allah سبحانه و تعالى,

“Ibu-ibumu yang menyusui kamu.” (An-Nisa’: 23).

Dalil syarat kedua: Hadits Aisyah رضي الله عنها yang diriwayatkan Muslim, “Dulu yang ditetapkan al-Qur’an adalah sepuluh kali susuan menyebabkan haram (dinikahi), kemudian dihapus menjadi lima kali susuan. Dan ketika Nabi صلی الله عليه وسلم wafat, ketetapannya masih seperti itu.” (HR. Muslim dalam kitab ar-Radha’ (1452)).

Dalil syarat ketiga: Sabda Nabi صلی الله عليه وسلم,

إِنَّمَا الرَّضَاعَةُ مِنَ الْمَجَاعَةِ

“Penyusuan itu sah karena rasa lapar.”(HR. Muslim dalam kitab ar-Radha’ (1455)).

dan sabda beliau,

لاَ رَضَاعَ إِلاَّ مَا أَنْشَزَ الْعَظْمَ وَكَانَ قَبْلَ الْفِطَامِ

“Tidak dianggap penyusuan kecuali yang membentuk tulang, dan itu sebelum disapih.” (Dikeluarkan oleh at-Tirmidzi dalam kitab ar-Radha’ (1152) dengan lafazh, “Tidak diharamkan karena susuan kecuali yang berkembangnya lambung akibat dari tetek, dan itu sebelum disapih”. Abu Isa mengatakan, “Ini hadits hasan shahih.”)

Sumber:
Dari Fatwa Syaikh Ibnu Utsaimin yang beliau tanda tangani.
Disalin dari buku Fatwa-Fatwa Terkini Jilid 1, penerbit Darul Haq.

Kategori: Penyusuan
Sumber: http://fatwa-ulama.com

Dibuat oleh SalafiDB http://salafidb.googlepages.com

About hang puriah

Alhamdulillah Segala Puji hanya milik Allah Azza Wajalla yang telah melimpahkan nikmatNya [ Nikmat Iman, Islam, dan As-Sunnah ] | Shalawat dan salam tercurah kepada Nabi Sholaulah 'alaihi Wasalam | Allahumma Sholi'ala Muhammad waalaali muhammad | dan Mereka-Mereka [ salaf dan khalaf ] yang menggadaikan hidupnya untuk mempelajari memahami agama yang Haq ini sehingga kita di akhir zaman ini mendapatkan cahaya-cahaya islam | Biiznilaah | Semoga Allah Azzawalla merahmati mereka semua | Dan Seindah-indah nikmat adalah nikmat hidup dan mati di atas As-Sunnah | Karena inilah jalannya yang tertunjuki yang dibawa Nabi Sholaulah 'alaihi Wasalam | mari kita mengikuti mereka selangkah demi selangkah | Walaupun kita (khusus lebih khusus) tidak berilmu, dan tidak akan sanggup beramal (istiqomah) seperti mereka, waallahu waliyy at-taufig

Posted on April 12, 2013, in Penyusuan. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: