Memperalat Islam Untuk Tujuan Pribadi Tidak Boleh

Memperalat Islam Untuk Tujuan Pribadi Tidak Boleh
Pertanyaan:
Apa pendapat para ulama yang mulia perihal orang yang memperalat Islam untuk mencapai tujuan pribadinya?

 

Jawaban:

Oleh Syaikh Ibnu Utsaimin

Islam adalah dien yang haq sebagaimana diketahui dan hanya bagi Allah segala pujian, sebagaimana firman Allah سبحانه و تعالى,

“Sesungguhnya Kami telah mengutus (Muhammad) dengan kebenaran; sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, dan kamu tidak akan diminta (pertanggungjawaban) tentang penghuni-penghuni neraka.” (Al-Baqarah: 119).

Dien al-Islam sangat terhormat, mulia dan tinggi daripada hanya sekedar untuk dijadikan alat seseorang untuk mencapai tujuan pribadinya. Setiap orang yang mengklaim sebagai pembela Islam dan penjaganya, semua ucapannya wajib dicocokkan dulu kepada semua perbuatannya sehingga diketahui bahwa dia jujur dalam hal tersebut, sebab orang-orang munafik juga menyatakan berpegang teguh kepada Islam bilamana ada seseorang mendengar dari mereka tentang hal itu. Ini sebagaimana diberitakan oleh Allah melalui lisan mereka yang beriman,

“Apabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata, “Kami mengakui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul Allah”.” (Al-Munafiqun: 1).

Kemudian Allah berfirman lagi,

“Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar RasulNya; dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar orang pendusta. Mereka itu menjadikan sumpah mereka sebagai perisai, lalu mereka menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Sesungguhnya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan. Yang demikian itu adalah karena bahwa sesungguhnya mereka telah beriman, kemudian menjadi kafir (lagi) lalu hati mereka dikunci mati; karena itu mereka tidak dapat mengerti. Dan apabila melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum. Dan jika mereka berkata kamu mendengarkan perkataan mereka. Mereka seakan-akan kayu yang tersandar. Mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan yang keras ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya) maka waspadalah terhadap mereka: semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran).” (Al-Munafiqun: 1-4).

Orang-orang munafik tersebut memiliki kemampuan berbahasa dan kefasihan sehingga bilamana seseorang mendengarkan mereka pastilah dia mengira bahwa mereka berada di atas al-haq.

Oleh karena itu, apapun kondisinya seseorang tidak boleh memperalat dien al-Islam untuk mencapai tujuan pribadinya. Sebaliknya, dia harus berpegang teguh kepada dien al-Islam sehingga dapat mencapai buah-buahnya yang demikian agung, salah satunya adalah kemuliaan dan tamkin (diberi kekuasaan) di muka bumi sebelum mendapatkan pahala akhirat. Dalam hal ini, Allah سبحانه و تعالى berfirman,

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang shalih bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhaiNya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan merubah (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembahKu dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang yang fasik.” (An-Nur: 55).

Dan firmanNya,

“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (An-Nahl: 97).

Rujukan:
Kumpulan Fatwa-Fatwa Syaikh Ibnu Utsaimin, Kitab ad-Da’wah, hal. 33-35.
Disalin dari buku Fatwa-Fatwa Terkini Jilid 1, penerbit Darul Haq.

Kategori: Niat – Ikhlas
Sumber: http://fatwa-ulama.com

Dibuat oleh SalafiDB http://salafidb.googlepages.com

About hang puriah

Alhamdulillah Segala Puji hanya milik Allah Azza Wajalla yang telah melimpahkan nikmatNya [ Nikmat Iman, Islam, dan As-Sunnah ] | Shalawat dan salam tercurah kepada Nabi Sholaulah 'alaihi Wasalam | Allahumma Sholi'ala Muhammad waalaali muhammad | dan Mereka-Mereka [ salaf dan khalaf ] yang menggadaikan hidupnya untuk mempelajari memahami agama yang Haq ini sehingga kita di akhir zaman ini mendapatkan cahaya-cahaya islam | Biiznilaah | Semoga Allah Azzawalla merahmati mereka semua | Dan Seindah-indah nikmat adalah nikmat hidup dan mati di atas As-Sunnah | Karena inilah jalannya yang tertunjuki yang dibawa Nabi Sholaulah 'alaihi Wasalam | mari kita mengikuti mereka selangkah demi selangkah | Walaupun kita (khusus lebih khusus) tidak berilmu, dan tidak akan sanggup beramal (istiqomah) seperti mereka, waallahu waliyy at-taufig

Posted on April 9, 2013, in Niat-Ikhlas. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: