Jabat Tangan Dengan Wanita Menggunakan Pelapis

Jabat Tangan Dengan Wanita Menggunakan Pelapis
Pertanyaan:
Apa hukum berjabatan tangan dengan wanita yang bukan mahram? Dan bagaimana hukumnya jika dengan menggunakan pelapis pada tangannya, misalnya dengan kain pakaiannya atau lainnya? Apakah ada perbedaan jika yang berjabatan tangan itu orang yang masih muda dan orang yang sudah tua?

 

Jawaban:

Oleh Syaikh Ibnu Baz

Tidak boleh berjabatan tangan dengan kaum wanita yang bukan mahram, ini mutlak, baik dengan wanita yang masih muda ataupun yang sudah tua, laki-laki muda maupun yang sudah tua, karena hal ini bisa menimbulkan fitnah bagi kedua belah pihak. Telah diriwayatkan dari Rasulullah صلی الله عليه وسلم, bahwa beliau bersabda,

إِنِّيْ لاَ أُصَافِحُ النِّسَاءَ

“Sesungguhnya aku tidak pernah menjabat tangan kauam wanita.” (HR. An-Nasa’i dalam Al-Bai’ah (4181), Ibnu Majah dalam Al-Jihad (2784), Ahmad (26466))

Aisyah رضي الله عنها mengatakan, “Tangan Rasulullah صلی الله عليه وسلم tidak pernah menyentuh tangan seorang wanita pun, beliau membai’at mereka hanya dengan perkataan.” Dalam hal ini pun tidak ada perbedaan apakah menjabat dengan menggunakan pelapis ataupun tidak, hal ini karena keumuman dalil-dalil yang ada dan untuk mencegah faktor yang bisa menimbulkan fitnah.

Rujukan:
Majalah Ad-Da’wah, edisi 885. Disalin dari buku Fatwa-Fatwa Terkini Jilid 3, penerbit Darul Haq.

Kategori: Muamalat
Sumber: http://fatwa-ulama.com

Dibuat oleh SalafiDB http://salafidb.googlepages.com

About hang puriah

Alhamdulillah Segala Puji hanya milik Allah Azza Wajalla yang telah melimpahkan nikmatNya [ Nikmat Iman, Islam, dan As-Sunnah ] | Shalawat dan salam tercurah kepada Nabi Sholaulah 'alaihi Wasalam | Allahumma Sholi'ala Muhammad waalaali muhammad | dan Mereka-Mereka [ salaf dan khalaf ] yang menggadaikan hidupnya untuk mempelajari memahami agama yang Haq ini sehingga kita di akhir zaman ini mendapatkan cahaya-cahaya islam | Biiznilaah | Semoga Allah Azzawalla merahmati mereka semua | Dan Seindah-indah nikmat adalah nikmat hidup dan mati di atas As-Sunnah | Karena inilah jalannya yang tertunjuki yang dibawa Nabi Sholaulah 'alaihi Wasalam | mari kita mengikuti mereka selangkah demi selangkah | Walaupun kita (khusus lebih khusus) tidak berilmu, dan tidak akan sanggup beramal (istiqomah) seperti mereka, waallahu waliyy at-taufig

Posted on April 9, 2013, in Muamalat. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: