Bolehkah Mencium Mahram Sendiri?

Bolehkah Mencium Mahram Sendiri?
Pertanyaan:
Apa hukumnya mencium mahram?

 

Jawaban:

Oleh Syaikh Ibnu Utsaimin

Mencium mahram jika disertai syahwat ‘biasanya tidak’ atau dengan kekhawatiran akan membangkitkan syahwat -ini juga biasanya tidak-, tapi kadang terjadi, terutama jika mahram itu ka-rena faktor penyusuan atau besanan. Adapun mahram karena garis keturunan biasanya tidak demikian, berbeda dengan mahram yang disebabkan oleh faktor besanan atau penyusuan biasanya terjadi? jika seseorang mengkhawatirkan bangkitnya syahwat karena mencium mahram, maka tidak diragukan lagi hukumnya haram.

Tapi jika tidak dikhawatirkan, maka tidak apa-apa mencium kepala atau dahi, tapi tidak boleh mencium pipi atau bibir karena hal ini harus dijauhi kecuali ayah pada pipi putrinya atau ibu pada pipi putranya, karena Abu Bakar Ash-Shiddiq y pernah mengunjungi Aisyah i, putrinya, yang sedang sakit, lalu ia mencium pipinya sambil menanyakan kondisinya, “Bagaimana kondisimu nak?”

Rujukan:
Durus wa Fatawa Al-Haram Al-Makki, hal. 284. Disalin dari buku Fatwa-Fatwa Terkini Jilid 2, penerbit Darul Haq.

Pertanyaan:
Bolehkah seorang laki-laki mencium putrinya yang sudah besar dan sudah baligh, baik itu sudah menikah ataupun belum, baik itu pada pipinya, bibirnya maupun lainnya. Bagaimana hukumnya?

Jawaban:
Tidak apa-apa seorang laki-laki mencium putrinya baik yang sudah besar maupun yang masih kecil tanpa syahwat, dengan syarat dilakukan pada pipinya jika putrinya itu sudah besar, hal ini berdasarkan riwayat dari Abu Bakar Ash-Shiddiq رضي الله عنه, bahwa ia mencium pipi putrinya, Aisyah رضي الله عنها.

Lagi pula, mencium pada bibir bisa membangkitkan syahwat, maka tidak melakukannya adalah lebih baik dan lebih terpelihara. Begitu pula si anak, ia boleh menciuim ayahnya pada hidungnya atau kepalanya tanpa syahwat, tapi bila disertai syahwat maka semua itu diharamkan atas semuanya untuk mencegah terjadinya fitnah dan sarana kekejian. Wallahu waliut taufiq.

Rujukan:
Kitabud Da’wah, Al-Fatawa, Syaikh Ibnu Baz, hal. 188-189. Disalin dari buku Fatwa-Fatwa Terkini Jilid 2, penerbit Darul Haq.

Kategori: Muamalat
Sumber: http://fatwa-ulama.com

Dibuat oleh SalafiDB http://salafidb.googlepages.com

About hang puriah

Alhamdulillah Segala Puji hanya milik Allah Azza Wajalla yang telah melimpahkan nikmatNya [ Nikmat Iman, Islam, dan As-Sunnah ] | Shalawat dan salam tercurah kepada Nabi Sholaulah 'alaihi Wasalam | Allahumma Sholi'ala Muhammad waalaali muhammad | dan Mereka-Mereka [ salaf dan khalaf ] yang menggadaikan hidupnya untuk mempelajari memahami agama yang Haq ini sehingga kita di akhir zaman ini mendapatkan cahaya-cahaya islam | Biiznilaah | Semoga Allah Azzawalla merahmati mereka semua | Dan Seindah-indah nikmat adalah nikmat hidup dan mati di atas As-Sunnah | Karena inilah jalannya yang tertunjuki yang dibawa Nabi Sholaulah 'alaihi Wasalam | mari kita mengikuti mereka selangkah demi selangkah | Walaupun kita (khusus lebih khusus) tidak berilmu, dan tidak akan sanggup beramal (istiqomah) seperti mereka, waallahu waliyy at-taufig

Posted on April 9, 2013, in Muamalat. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: