Waspadai Salon Kecantikan

Waspadai Salon Kecantikan
Pertanyaan:
Dewasa ini sebagian pemudi muslimah sering mendatangi salon-salon kecantikan. Di mana mereka memotong rambut dengan model potongan rambut bermacam-macam. Di antara model potongan rambut yang sangat populer di kalangan kaum pemudi ialah model potongan rambut pelontos yang mereka tiru dari majalah Italia yang sekarang beredar luas di pasar-pasar. Kemu-dian model potongan rambut kriting yang meniru gaya wanita Amerika, padahal tidak perlu diragukan lagi bahwa perbuatan tersebut termasuk perbuatan menyerupai kaum wanita yang kafir. Perbuatan lainnya yang dilakukan di salon kecantikan adalah memoles muka dengan alat-alat kecantikan, mencukur bulu alis serta mencukur bulu (rambut) halus yang tumbuh di wajah. Semuanya itu lama kelamaan, niscaya dapat menenggelamkan mereka ke dalam sikap berlebihan serta gaya hidup yang konsumtif. Kami mengharapkan penjelasan yang rinci mengenai hukum hal itu, karena hal itu telah tersebar luas di kalangan kaum pemudi Islam.

Jawaban:

Oleh Syaikh Ibnu Utsaimin

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam semoga dicurahkan kepada Nabi kita Muhammad صلی الله عليه وسلم, kepada keluarganya dan para sahabatnya seluruhnya.

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, sudah semestinya setiap orang muslim mengetahui dan menyadari bahwa musuh-musuh kaum muslimin akan selalu membuat tipu daya terhadap Islam dan kaum muslimin dari berbagai arah dan sepanjang masa. Sudah jelas bagi kita bahwa orang-orang kafir telah menjajah negara-negara Islam dengan kekuatan senjata. Ketika Allah سبحانه و تعالى mengeluarkan mereka dari negara-negara Islam, maka mereka bermaksud memeranginya dengan pikiran yang rusak dan peri-laku yang tercela, sebagaimana hal itu disinyalir oleh Allah سبحانه و تعالى dalam firmanNya,
“Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia) dan mereka terse-sat dari jalan yang benar.” (Al-Maidah: 77)

Allah سبحانه و تعالى berfirman,
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuhKu dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran.” (Al-Mumtahanah: 1)

Allah سبحانه و تعالى berfirman,
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemim-pin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zhalim.” (Al-Ma’idah: 51)

Saya mengutip kedua ayat terakhir, bukan karena mereka telah menjadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin atau menjadikan musuh-musuh Allah sebagai pemimpin, tetapi karena mereka telah menyerupai perbuatan kedua kaum itu dan perbuatan musuh-musuh Allah dalam berpakaian dan berperilaku yang pada akhirnya akan menjadikan golongan tersebut sebagai pemimpin yang mereka cintai, mereka agungkan dan mereka tiru seluruh perilakunya di manapun berada. Berkenaan dengan hal tersebut, maka Nabi صلی الله عليه وسلم telah mewanti-wanti dalam sabdanya,

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

“Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk dari golongan mereka.” (HR. Abu Dawud dalam bab Pakaian (4031); Ahmad (5093, 5094 dan 5634))

Sudah semestinya kaum muslimin -khususnya kaum laki-lakinya yang cerdas dan berakal- bertakwa kepada Allah سبحانه و تعالى dalam masalah wanita, sebagaimana disinyalir oleh Nabi صلی الله عليه وسلم dalam sabdanya yang ditujukan kepada kaum wanita,

مَا رَأَيْتُ مِنْ نَاقِصَاتِ عَقْلٍ وَدِيْنٍ أَذْهَبَ لِلُبِّ الرَّجُلِ اْلحَازِمِ مِنْ إِحْدَاكُنَّ

“Aku tidak melihat orang yang kurang akal dan agama; yang dapat menghilangkan akal seorang laki-laki yang memiliki keteguhan hati selain salah seorang darimu (yakni kaum wanita).”

Kepada kaum muslimin hendaklah mencegah kaum muslimat berjalan di atas jalan yang diliputi hal-hal yang menjauhkan dan melupakan mereka dari Allah سبحانه و تعالى yang selalu dikuman-dangkan oleh orang-orang kafir dan musuh-musuh Allah sebagai modernisasi. Tujuan busuk di balik seruan itu adalah melupakan kita dari hal-hal yang semestinya kita kerjakan sebagai muslim dalam mengabdikan diri kepadaNya. Jika kita menyadari bahwa kebingungan yang selalu menghantui diri kita sebenarnya tidak perlu terjadi kecuali jika kita berpegang teguh hal-hal yang mung-kar, dan ketertarikan kita kepada mode pakaian yang sengaja mereka pertontonkan kepada kita hanya akan membuahkan berbagai bencana, kejahatan dan kerusakan, di mana seseorang tidak mempunyai cita-cita dalam hidupnya selain memuaskan keinginan nafsu seksnya serta mengenyangkan perutnya.

Menurut hemat saya, salon kecantikan mempunyai banyak sekali bahaya, di antaranya:
1) Salon yang senantiasa menampilkan gaya orang-orang kafir, baik dalam model potongan rambut atau hal lainnya. Perlu diketahui, bahwa hal-hal tersebut diharamkan, karena menyerupai mereka, sedang seseorang yang menyerupai suatu kaum niscaya ia termasuk dari mereka, sebagaimana hal itu telah ditegaskan dalam hadits Rasulullah صلی الله عليه وسلم.
2) Berkenaan dengan perbuatan sebagian pemudi muslimah sebagaimana yang ditanyakan oleh penanya mengenai mencukur bulu alis; bahwa Nabi صلی الله عليه وسلم melaknat kaum wanita yang mencukur dan yang dicukurkan bulu alisnya. Adapun pengertian laknat adalah terusir atau dijauhkan dari rahmat Allah. Saya tidak yakin, bahwa seorang mukmin dan seorang mukminah akan sudi melakukan perbuatan yang dapat menyebabkannya terusir atau dijauhkan dari rahmat Allah سبحانه و تعالى.
3) Sesungguhnya dalam perbuatan-perbuatan tersebut di atas terkandung unsur penyia-nyiaan harta tanpa memperoleh manfaat yang berarti, bahkan dalam menyia-nyiakan harta yang banyak justru dapat mendatangkan kemadaratan. Adapun perias atau penata rambut yang merias atau menata rambut seorang wanita mukminah dengan model potongan rambut wanita kafir atau wanita nakal telah meraup keuntungan dalam jumlah yang sangat besar, sedang kita kaum muslimin hanya memetik buah kebu-rukan yang menggiring kita kepada kebinasaan.
4) Sesungguhnya dalam perbuatan-perbuatan tersebut di atas terkandung rangsangan yang menggiring pikiran seorang wanita muslimah untuk memakai perhiasan yang dipakai wanita kafir, kemudian pada gilirannya nanti dapat menggiringnya ke-pada kerusakan yang jauh lebih besar daripada kerusakan sebelumnya, yaitu menghalalkan sesuatu yang diharamkan dan berperilaku yang tercela.
5) Sebagaimana diceritakan oleh penanya bahwa salon kecantikan telah menggiring kaum wanita muslimah untuk mela-kukan perbuatan yang tidak lagi memperhatikan rasa malu dengan mempertontonkan aurat mereka yang tidak semestinya dilakukan oleh kaum wanita muslimah. Kerusakan berikutnya yang akan ditimbulkan oleh salon kecantikan adalah melakukan suatu perbuatan yang mereka sebut dengan meneguk manisnya paha-paha wanita dan wilayah di sekitar kemaluannya di mana kaum wanita muslimah mempertontonkan aurat mereka yang tidak sepatutnya mereka lakukan.

Perlu diketahui bahwa Nabi صلی الله عليه وسلم telah melarang seorang wanita melihat aurat wanita lain, dan seorang wanita tidak halal melihat aurat wanita lain kecuali karena ada sesuatu yang meng-haruskannya untuk melihatnya. Jadi yang dilarang di sini ialah melihat aurat tanpa sesuatu alasan atau kebutuhan yang mem-bolehkan untuk melihatnya.

Tidak ada manfaatnya bagi kita dalam menjadikan seorang wanita muslimah berpenampilan dalam model rambut pelontos; dan tidak ada sehelai rambut pun yang melekat di kepalanya. Kita juga tidak mengetahui bahwa dalam menghilangkan bulu alis yang telah ditumbuhkan Allah menurut kehendakNya dapat mendatangkan bahaya pada kulit meskipun bahaya tersebut baru akan terjadi setelah jangka waktu yang cukup lama.

Kita pun tidak mengetahui bahwa barangkali yang benar adalah pendapat orang yang mengatakan, “Tidak boleh mencukur atau menghilangkan bulu kedua betis, bulu kedua paha serta bulu perut, karena bulu-bulu tersebut adalah ciptaan Allah, dan meng-hilangkannya dianggap merubah ciptaan Allah. Di mana Allah telah mengabarkan bahwa merubah ciptaan Allah termasuk perbuatan yang mengikuti perintah setan. Allah dan RasulNya tidak pernah memerintahkan supaya mencukur dan menghilangkan bulu alis dan bulu-bulu tersebut. Jadi asal hukumnya adalah haram dan tidak boleh mencukur atau menghilangkannya. Itulah pen-dapat yang dipegang teguh sebagian ulama, sedang sebagian ulama yang membolehkan mencukurnya tidak pernah mengata-kan bahwa mencukur atau membiarkannya tumbuh hukumnya sama saja, tetapi mereka lebih bersikap hati-hati dan memandang utama membiarkannya tumbuh meskipun mencukur atau menghilangkannya bukan hal yang diharamkan karena dalil yang mengharamkannya tidak kuat.

Saya ingin menguatkan nasehat kepada kaum muslimin dan kaum muslimat, hendaklah mereka tidak melakukan tipu daya dan rekayasa dalam hal-hal tersebut. Pembahasan tentang salon kecantikan saya pandang cukup. Selanjutnya hendaknya kaum wanita mempercantik diri (berdandan) dengan menggunakan sesuatu benda yang tidak mendatangkan bahaya bagi agama serta tidak akan menggiring pelakunya ke dalam hal-hal yang diharam-kan karena menyerupai perbuatan kaum kufar.

Jika Allah menghendaki terciptanya rasa saling mencinta di antara suami isteri, maka hal itu tidak boleh dihasilkan dengan melakukan perbuatan maksiat kepadaNya, tetapi harus dihasilkan dengan melakukan ketaatan kepadaNya dan selalu memelihara rasa malu serta memperhatikan kesopanan.

Seraya memohon kepada Allah, semoga generasi muda kita dihindarkan dari tipu daya musuh-musuh kita sambil berusaha mengembalikan serta membimbing mereka ke jalan yang ditem-puh salafush shalih kita yang selalu memperhatikan kesopanan dan memelihara rasa malu.

Rujukan:
Fatawa wa Rasa’il al-Afrah, hal. 27-36. Disalin dari buku Fatwa-Fatwa Terkini Jilid 3, penerbit Darul Haq.

Kategori: Khusus Wanita
Sumber: http://fatwa-ulama.com

Dibuat oleh SalafiDB http://salafidb.googlepages.com

About hang puriah

Alhamdulillah Segala Puji hanya milik Allah Azza Wajalla yang telah melimpahkan nikmatNya [ Nikmat Iman, Islam, dan As-Sunnah ] | Shalawat dan salam tercurah kepada Nabi Sholaulah 'alaihi Wasalam | Allahumma Sholi'ala Muhammad waalaali muhammad | dan Mereka-Mereka [ salaf dan khalaf ] yang menggadaikan hidupnya untuk mempelajari memahami agama yang Haq ini sehingga kita di akhir zaman ini mendapatkan cahaya-cahaya islam | Biiznilaah | Semoga Allah Azzawalla merahmati mereka semua | Dan Seindah-indah nikmat adalah nikmat hidup dan mati di atas As-Sunnah | Karena inilah jalannya yang tertunjuki yang dibawa Nabi Sholaulah 'alaihi Wasalam | mari kita mengikuti mereka selangkah demi selangkah | Walaupun kita (khusus lebih khusus) tidak berilmu, dan tidak akan sanggup beramal (istiqomah) seperti mereka, waallahu waliyy at-taufig

Posted on April 7, 2013, in Khusus Wanita. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: