Hukum Bersaksi Berdasarkan Persaksian Orang Lain

Hukum Bersaksi Berdasarkan Persaksian Orang Lain

Pertanyaan:Apa hukum orang yang bersaksi berdasarkan persaksian orang lain yang dipercayainya, misalnya dengan mengatakan, “Saya lihat” padahal ia tidak melihat sendiri, atau “saya dengar” padahal ia tidak mendengar langsung, tapi hanya berdasarkan orang yang dipercayai-nya yang telah memberitahunya?

Jawaban:

Oleh Syaikh Abdullah al-Jibrin

Para hakim hendaknya berhati-hati dalam menerima persaksian yang berdasarkan persaksian orang lain, hendaknya mereka tidak me-nerima begitu saja kecuali yang bersaksi itu menjamin adanya restu dari saksi utama (yang melihat/mendengar langsung), misalnya de-ngan mengatakan, “Saya bersaksi atas persaksian saya bahwa si fulan berhutang sekian dan telah melunasi sekian.”

Persaksian itu boleh diterima dalam urusan hak-hak manusia seperti; hutang, diyat (denda pembunuhan), tuduhan zina, melukai, memerdekakan dan sebagainya, hakim dibolehkan tidak mendengar kesaksian dari orang pertama karena jauhnya atau telah meninggal atau karena sakit, namun keadilan (kejujuran) saksi pertama dan kedua itu harus diketahui hakim atau yang merekomendasikannya.

Jika saksi kedua tidak secara langsung melihat atau medengar terdakwa, maka ia tidak boleh mengatakan, “saya lihat” atau “saya dengar” tapi dengan mengatakan, “Fulan mengatakan demikian” atau “Saya dengar si Fulan mengatakan hak ini” atau “hutang ini” dan sebagainya. Bagi hakim bisa menerima atau menolaknya berdasarkan pertimbangan-pertimbangan yang ada. Wallahu a’lam.

 

Rujukan:

Fatawa Syaikh Abdullah Al-Jibrin yang ditanda tanganinya.

Disalin dari buku Fatwa-Fatwa Terkini Jilid 1, penerbit Darul Haq.

Kategori: Hak-hak
Sumber: http://fatwa-ulama.com

Dibuat oleh SalafiDB http://salafidb.googlepages.com

About hang puriah

Alhamdulillah Segala Puji hanya milik Allah Azza Wajalla yang telah melimpahkan nikmatNya [ Nikmat Iman, Islam, dan As-Sunnah ] | Shalawat dan salam tercurah kepada Nabi Sholaulah 'alaihi Wasalam | Allahumma Sholi'ala Muhammad waalaali muhammad | dan Mereka-Mereka [ salaf dan khalaf ] yang menggadaikan hidupnya untuk mempelajari memahami agama yang Haq ini sehingga kita di akhir zaman ini mendapatkan cahaya-cahaya islam | Biiznilaah | Semoga Allah Azzawalla merahmati mereka semua | Dan Seindah-indah nikmat adalah nikmat hidup dan mati di atas As-Sunnah | Karena inilah jalannya yang tertunjuki yang dibawa Nabi Sholaulah 'alaihi Wasalam | mari kita mengikuti mereka selangkah demi selangkah | Walaupun kita (khusus lebih khusus) tidak berilmu, dan tidak akan sanggup beramal (istiqomah) seperti mereka, waallahu waliyy at-taufig

Posted on April 4, 2013, in Hak-Hak. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: