Evaluasi Terhadap Dakwah Masa Kini

Evaluasi Terhadap Dakwah Masa Kini
Pertanyaan:
Apa evaluasi Syaikh tentang dakwah masa kini? Topik apa yang perlu disoroti di bawah bayangan fenomena-fenomena kekinian dan rintangan-rintangan modernisme?
Jawaban:
Oleh Syaikh Ibnu Baz

Allah سبحانه و تعالى telah memberikan kemudahan yang lebih banyak dalam urusan dakwah di masa kita sekarang ini, yaitu melalui berbagai cara yang belum pernah dialami oleh orang-orang sebelum kita.

Perkara-perkara dakwah sekarang sudah lebih mudah, yaitu bisa melalui banyak cara, dan sekarang sudah memung-kinkan untuk menegakkan hujjah pada manusia. Misalnya, melalui radio, televisi, media cetak dan cara-cara lainnya. Maka yang wajib atas para ahli ilmu dan iman serta para pengganti Rasulullah صلی الله عليه وسلم adalah melaksanakan tugas ini, saling bergandengan dan me-nyampaikan risalah-risalah Allah kepada manusia dengan tidak ada rasa takut terhadap kehinaan dalam berdakwah dan tidak membedakan antara yang besar dengan yang kecil atau yang kaya dengan yang miskin, tapi menyampaikan perintah Allah kepada manusia sebagaimana yang Allah turunkan dan tetapkan.

Hal ini bisa saja menjadi fardhu ‘ain, yaitu jika anda berada di suatu tempat, yang mana tidak ada orang lain selain anda yang melaksanakannya, seperti halnya amar ma’ruf dan nahi mungkar, hukumnya bisa fardhu ‘ain dan bisa fardhu kifayah. Jika anda berada di sutau tempat, di mana tidak ada orang lain selain anda yang mengindahkan perkara ini dan menyampaikan perintah Allah, maka anda wajib melaksankaannya. Tapi jika ada orang lain yang melak-sanakan dakwah, amar ma’ruf dan nahi mungkar, maka bagi anda hukumnya sunnah. Namun tentu akan lebih baik jika anda bersegera dan berambisi melaksanakannya, berarti anda telah berlomba untuk memperoleh kebaikan dan keta’atan. Dalil yang menunjukkan bahwa hal ini fardhu kifayah adalah firman Allah سبحانه و تعالى,
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan.” (Ali Imran: 104)

Mengenai ayat ini, Al-Hafizh Ibnu Katsir menyebutkan, yang dimaksud: Hendaknya ada di antara kalian, suatu umat yang tegar melaksanakan perkara agung ini, yaitu menyeru manusia ke jalan Allah, menyebarkan agamaNya dan menyampaikan perintahNya. Sebagaimana diketahui, bahwa Rasulullahصلی الله عليه وسلمmenyeru manusia ke jalan Allah dan melaksanakan perintah Allah di Makkah sesuai dengan kemampuannya. Demikian juga para shahabat o, mereka melaksanakannya sesuai kemampuan mereka. Kemudian tatkala mereka telah berhijrah ke Madinah, mereka melaksanakan dakwah lebih banyak lagi. Kemudian ketika mereka menyebar ke seluruh negeri setelah wafatnya Rasulullah صلی الله عليه وسلم, mereka terus berdakwah sesuai dengan kemampuan dan kadar ilmu mereka.

Tatkala sedikitnya dai dan merajalelanya kemungkaran -seperti kondisi saat ini- maka dakwah menjadi fardhu ‘ain, wajib atas setiap orang sesuai dengan kemampuan dan kesanggupan-nya. Jika di suatu tempat yang terbatas, semacam desa, kota atau lainnya, di mana telah ada yang melaksanakannya dan menyam-paikan perintah Allah, maka itu sudah cukup, sehingga hukum menyampaikan dakwah bagi selain orang tersebut adalah sunnah, karena hujjah telah ditegakkan oleh yang lain dan perintah Allah ini telah ada yang melaksanakannya. Tapi di belahan bumi yang lain, dan bagi manusia lainnya (di luar kawasan tersebut) wajib atas para ulama dan penguasanya untuk menyampaikan perintah Allah sesuai dengan kemampuan. Jadi ini fardhu ‘ain bagi mereka (ulama dan penguasa) sesuai dengan kadar kemampuan.

Dengan begitu bisa diketahui, bahwa hukumnya relatif, bisa fardhu ‘ain dan bisa fardhu kifayah. Adakalanya dakwah itu ber-status fardhu ‘ain bagi golongan atau orang-orang tertentu, kadang statusnya sunnah bagi golongan dan orang-orang tertentu lainnya, karena di tempat mereka telah ada yang melaksanakannya sehingga sudah cukup. Adapun bagi para penguasa dan orang yang memi-liki kemampuan lebih, kewajiban mereka lebih besar, mereka ber-kewajiban menyampaikan dakwah ke berbagai wilayah yang bisa dijangkau dengan cara yang memungkinkan dan dengan bahasa-bahasa yang dipahami oleh masyarakat yang didakwahinya. Mereka wajib menyampaikan perintah Allah dengan bahasa-bahasa tersebut agar agama Allah bisa sampai kepada setiap orang dengan bahasa yang dipahaminya, baik itu dengan bahasa Arab ataupun lainnya. Sekarang, hal itu bisa dilakukan dan mudah dengan cara-cara yang telah disebutkan tadi, yaitu melalui siaran radio, televisi, media cetak dan cara-cara lain yang tersedia saat ini dan belum ada pada masa lalu.

Selain itu, wajib atas para penceramah di berbagai acara dan pertemuan untuk menyampaikan perintah Allah سبحانه و تعالى dan menyebarkan agama Allah semampuanya dan sesuai kadar ilmunya. Melihat fenomena penyebaran propaganda perusak, penentangan dan pengingkaran terhadap Allah, pengingkaran kerasulan, pengingkaran adanya kehidupan akhirat, penyebaran missionaris Nashrani di berbagai negara dan propaganda-propaganda sesat lainnya, melihat fenomena ini semua, maka mengajak manusia ke jalan Allah saat ini menjadi kewajiban umum.

Wajib atas semua ulama dan semua penguasa yang beragama Islam, wajib atas mereka untuk menyam-paikan agama Allah sesuai kesanggupan dan kemampuan, bisa melalui tulisan, khutbah/ceramah, siaran atau dengan cara apa-pun yang bisa mereka lakukan. Hendaknya tidak sungkan dan mengandalkan orang lain, karena saat ini sangat mendesak kebu-tuhan akan kerja sama dan bahu membahu dalam perkara yang agung ini, jauh lebih dibutuhkan daripada sebelumnya, karena musuh-musuh Allah telah bahu membahu dan saling bekerja sama dengan berbagai cara dan sarana untuk menghalangi manusia dari jalan Allah dan menimbulkan keraguan di dalamnya serta mengajak manusia keluar dari agama Allah سبحانه و تعالى.

Maka, wajib atas setiap pemeluk Islam untuk mendukung program ini dengan kegiatan Islami dan dakwah Islamiyah di berbagai lapisan masya-rakat dengan menempuh semua sarana dan cara yang memungkin-kan dan dibenarkan syari’at. Ini semua termasuk melaksanakan perintah dakwah yang telah diwajibkan Allah atas para hambaNya.

Rujukan:
Majalah Al-Buhuts Al-Islamiyyah, edisi 40, hal. 136-139. Disalin dari buku Fatwa-Fatwa Terkini Jilid 2, penerbit Darul Haq.

Kategori: Cara Dakwah
Sumber: http://fatwa-ulama.com

Dibuat oleh SalafiDB http://salafidb.googlepages.com

About hang puriah

Alhamdulillah Segala Puji hanya milik Allah Azza Wajalla yang telah melimpahkan nikmatNya [ Nikmat Iman, Islam, dan As-Sunnah ] | Shalawat dan salam tercurah kepada Nabi Sholaulah 'alaihi Wasalam | Allahumma Sholi'ala Muhammad waalaali muhammad | dan Mereka-Mereka [ salaf dan khalaf ] yang menggadaikan hidupnya untuk mempelajari memahami agama yang Haq ini sehingga kita di akhir zaman ini mendapatkan cahaya-cahaya islam | Biiznilaah | Semoga Allah Azzawalla merahmati mereka semua | Dan Seindah-indah nikmat adalah nikmat hidup dan mati di atas As-Sunnah | Karena inilah jalannya yang tertunjuki yang dibawa Nabi Sholaulah 'alaihi Wasalam | mari kita mengikuti mereka selangkah demi selangkah | Walaupun kita (khusus lebih khusus) tidak berilmu, dan tidak akan sanggup beramal (istiqomah) seperti mereka, waallahu waliyy at-taufig

Posted on March 27, 2013, in Cara Dakwah. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: