Cara Terbaik Dalam Mendakwahi Manusia

Cara Terbaik Dalam Mendakwahi Manusia
Pertanyaan:
Berdasarkan pengalaman Syaikh yang sudah lama berkecimpung di medan dakwah, cara apa yang terbaik untuk berdakwah?
Jawaban:
Oleh Syaikh Ibnu Baz

Caranya, sebagaimana telah dijelaskan Allah di dalam KitabNya, sudah sangat jelas, juga telah diisyaratkan oleh sunnah Nabi-Nya. Allah berfirman,


اُدْعُ إِلَى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِيْ هِيَ أَحْسَنُ ُهْتَدِيْنَ

“Serulah (manusia) kepada jalan Rabbmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik.” (An-Nahl: 125).

Dalam ayat lain disebutkan,
“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.” (Ali Imran: 159).

Dalam kisah Musa dan Harun, tatkala Allah memerintahkan mereka untuk menemui Fir’aun, Allah berfirman,
“Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut mudah-mudahan ia ingat atau takut.” (Thaha: 44)

Jadi, seorang dai yang mengajak manusia ke jalan Allah hendaknya menggunakan cara yang baik dan bijaksana, yaitu mengetahui apa yang telah difirmankan Allah dan telah disebutkan dalam hadits-hadits Nawabi yang mulia, kemudian menggunakan nasehat yang baik, perkataan yang baik nan menyentuh hati serta mengingatkan kepada kehidupan akhirat, kemudian surga dan neraka, sehingga hati manusia bisa menerimanya dan memperhatikan apa yang diucapkan oleh sang dai.

Demikian juga, jika ada keraguan yang telah meliputi orang yang diserunya, hendaknya mengatasi hal tersebut dengan cara yang lebih baik dan menghi-langkannya dengan lembut, bukan dengan cara yang kasar, tapi dengan cara yang lebih baik, yaitu dengan membongkar keraguan lalu mengikisnya dengan dalil-dalil. Dalam hal ini hendaknya sang dai tidak bosan, tidak patah semangat dan tidak marah, sebab bisa memalingkan orang yang didakwahinya, namun hen-daknya menempuh cara yang sesuai, penjelasan yang seirama dan dalil-dalil yang tepat, di samping itu perlu juga untuk tabah menghadapi kemungkinan munculnya emosi orang yang didakwahi, dengan begitu, mudah-mudahan ia dapat menerima nase-hatnya dengan tenang dan lembut, dan dengan begitu, mudah-mudahan Allah memudahkan ia menerimanya.

Rujukan:
Majalah Al-Buhuts, edisi 40, hal. 145-146. Disalin dari buku Fatwa-Fatwa Terkini Jilid 2, penerbit Darul Haq.

Kategori: Cara Dakwah
Sumber: http://fatwa-ulama.com

Dibuat oleh SalafiDB http://salafidb.googlepages.com

About hang puriah

Alhamdulillah Segala Puji hanya milik Allah Azza Wajalla yang telah melimpahkan nikmatNya [ Nikmat Iman, Islam, dan As-Sunnah ] | Shalawat dan salam tercurah kepada Nabi Sholaulah 'alaihi Wasalam | Allahumma Sholi'ala Muhammad waalaali muhammad | dan Mereka-Mereka [ salaf dan khalaf ] yang menggadaikan hidupnya untuk mempelajari memahami agama yang Haq ini sehingga kita di akhir zaman ini mendapatkan cahaya-cahaya islam | Biiznilaah | Semoga Allah Azzawalla merahmati mereka semua | Dan Seindah-indah nikmat adalah nikmat hidup dan mati di atas As-Sunnah | Karena inilah jalannya yang tertunjuki yang dibawa Nabi Sholaulah 'alaihi Wasalam | mari kita mengikuti mereka selangkah demi selangkah | Walaupun kita (khusus lebih khusus) tidak berilmu, dan tidak akan sanggup beramal (istiqomah) seperti mereka, waallahu waliyy at-taufig

Posted on March 26, 2013, in Cara Dakwah. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: