Hukum Menyembelih Untuk Selain Allah

Hukum Menyembelih Untuk Selain Allah

Pertanyaan:
Syaikh Ibnu Utsaimin ditanya, apakah hukum menyembelih untuk selain Allah?

Jawaban:

Oleh Syaikh Ibnu Utsaimin

Pada bagian lain di muka telah kami singgung bahwa tauhid ‘Ibadah adalah beribadah hanya kepada Allah سبحانه و تعالى semata. Artinya, seseorang tidak beribadah dengan ibadah apapun kepada selain Allah سبحانه و تعالى.

Seperti diketahui, bahwa menyembelih merupakan bentuk taqarrub yang dilakukan oleh seseorang kepada Rabbnya karena Allah سبحانه و تعالى memerintahkan demikian dalam firmanNya,

“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.” (Al-Kautsar: 2).

Setiap taqarrub adalah ibadah, bila seseorang menyembelih sesuatu untuk selain Allah sebagai bentuk pengagungan, ketundukan terhadapnya dan pendekatan diri kepadanya sebagaimana hal itu dilakukan terhadap Rabb سبحانه و تعالى, maka dia telah menjadi musyrik. Dan bila dia telah menjadi musyrik maka sesungguhnya Allah سبحانه و تعالى telah menjelaskan bahwa Dia telah pula mengharamkan surga bagi si musyrik dan tempatnya adalah neraka.

Berdasarkan hal itu, kami tegaskan: sesungguhnya penyembelihan terhadap kuburan yang dilakukan oleh sebagian orang, yakni kuburan orang yang mereka klaim sebagai para wali merupakan kesyirikan yang mengeluarkan pelakunya dari dien ini.

Nasehat kami untuk mereka agar bertaubat kepada Allah Ta-‘ala dari perbuatan tersebut. Bila mereka bertaubat kepada Allah dan menjadikan sembelihan hanya untuk Allah semata sebagaimana mereka menjadikan shalat dan puasa hanya untuk Allah semata, maka Dia akan mengampuni apa yang telah mereka lakukan seba-gaimana firmanNya,

“Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu. Jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni mereka tentang dosa-dosa mereka yang sudah lalu.” (Al-Anfal: 38).

Bahkan Allah akan memberikan kepada mereka yang lebih dari itu lagi, yaitu menggantikan kejelekan-kejelekan yang mereka lakukan menjadi kebaikan sebagaimana firmanNya, “Dan orang-orang yang tidak menyembah ilah yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipatgandakan adzab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam adzab itu, dalam keadaan terhina, kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal shalih; maka mereka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al-Furqan: 68-70).

Sekali lagi, nasehat saya untuk mereka yang melakukan taqarrub dengan menyembelih untuk para penghuni kuburan tersebut, hendaknya bertaubat kepada Allah سبحانه و تعالى dari hal itu, kembali kepadaNya serta mengikhlashkan dien hanya untuk Allah سبحانه و تعالى semata. Bila mereka bertaubat kepada Allah Yang Mahamulia lagi Maha Pemberi, hendaklah mereka bergembira karena Allah akan gembira pula dengan taubat orang-orang yang bertaubat dan kembali kepadaNya.

Rujukan:
Kumpulan Fatwa Tentang Aqidah dari Syaikh Ibnu Utsaimin, hal. 220-221.
Disalin dari buku Fatwa-Fatwa Terkini Jilid 1, penerbit Darul Haq.

Kategori: Aqidah
Sumber: http://fatwa-ulama.com

Dibuat oleh SalafiDB http://salafidb.googlepages.com

About hang puriah

Alhamdulillah Segala Puji hanya milik Allah Azza Wajalla yang telah melimpahkan nikmatNya [ Nikmat Iman, Islam, dan As-Sunnah ] | Shalawat dan salam tercurah kepada Nabi Sholaulah 'alaihi Wasalam | Allahumma Sholi'ala Muhammad waalaali muhammad | dan Mereka-Mereka [ salaf dan khalaf ] yang menggadaikan hidupnya untuk mempelajari memahami agama yang Haq ini sehingga kita di akhir zaman ini mendapatkan cahaya-cahaya islam | Biiznilaah | Semoga Allah Azzawalla merahmati mereka semua | Dan Seindah-indah nikmat adalah nikmat hidup dan mati di atas As-Sunnah | Karena inilah jalannya yang tertunjuki yang dibawa Nabi Sholaulah 'alaihi Wasalam | mari kita mengikuti mereka selangkah demi selangkah | Walaupun kita (khusus lebih khusus) tidak berilmu, dan tidak akan sanggup beramal (istiqomah) seperti mereka, waallahu waliyy at-taufig

Posted on March 6, 2013, in Aqidah. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: