Mengingkari Kemungkaran

Mengingkari Kemungkaran
Pertanyaan:
Saya seorang remaja putri, tinggal di asrama putri, alham-dulillah, Allah telah menunjuki saya kepada kebenaran sehingga saya konsisten pada kebenaran, tapi saya merasa tertekan karena saya banyak melihat kemaksiatan dan kemungkaran, terutama dari teman-teman saya sesama mahasiswi, seperti; mendengarkan musik, menggunjing dan menghasud. Sering saya nasehati mereka, tapi sebagian mereka malah mengolok-olok dan mencemooh saya serta mengatakan bahwa saya ini terbelenggu. Syaikh yang mulia, saya mohon penjelasan, apa yang harus saya perbuat. Semoga Allah membalas Syaikh dengan kebaikan.Jawaban:

Oleh Syaikh Ibnu Baz

Yang wajib atas anda adalah mengingkari kemungkaran sesuai kesanggupan dengan perkataan yang baik, sikap yang lembut dan tutur kata yang halus disertai dengan menyebutkan ayat-ayat dan hadits-hadits yang terkait dengan masalah tersebut sejauh yang anda ketahui. Di samping itu, anda jangan menyertai mereka dalam mendengarkan lagu-lagu, menggunjing dan perkataan-perkataan atau perbuatan-perbuatan lainnya yang diharamkan. Hindari mereka sejauh kemungkinan sampai membicarakan masalah lain. Hal ini berdasarkan firman Allah سبحانه و تعالى,

“Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain.” (Al-An’am: 68).

Jika anda telah mengingkari mereka dengan lisan anda sejauh kemampuan dan anda pun telah menghindari perbuatan mereka, maka perbuatan mereka tidak akan mencelakakan anda, sebagaimana firman Allah سبحانه و تعالى,

“Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu; tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudharat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk. Hanya kepada Allah kamu kembali semuanya, maka Dia akan menerangkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (Al-Ma’idah: 105).

Allah menjelaskan bahwa seorang mukmin tidak akan dicelakakan oleh orang yang sesat jika ia menjalankan kebenaran dan konsisten pada petunjuk, yaitu dengan mengingkari kemungkaran, konsisten pada kebenaran dan menyerukan kebenaran dengan baik. Bahkan Allah akan memberikan jalan keluar bagi anda dan memberikan manfaat bagi mereka melalui petunjuk yang anda sampaikan bila itu anda lakukan dengan sabar dan semata-mata karena mengharap pahala dari Allah, insya Allah. Bergembiralah dengan kebaikan yang besar dan akibat yang terpuji selama anda tetap teguh pada kebenaran dan mengingkari apa-apa yang menyelisihinya, sebagaimana firman Allah سبحانه و تعالى,

“Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertaqwa” (Al-A’raf: 128).

Dan firmanNya,

“Maka bersabarlah; sesungguhnya kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertaqwa.” (Hud: 49).

Serta firmanNya,

“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (Al-Ankabut: 69).

Semoga Allah menunjuki anda kepada yang diridhaiNya, menganugerahkan kepada anda kesabaran dan keteguhan serta menunjuki saudari-saudari, keluarga dan teman-teman anda ke-pada yang dicintai dan diridhaiNya. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Dekat dan Dia lah yang Kuasa menunjukkan ke jalan yang lurus.

Rujukan:
Majalatul Buhuts, edisi 30, hal. 117-118, Syaikh Ibn Baz.
Disalin dari buku Fatwa-Fatwa Terkini Jilid 2, penerbit Darul Haq.

Kategori: Amar Ma’ruf
Sumber: http://fatwa-ulama.com

Dibuat oleh SalafiDB http://salafidb.googlepages.com

About hang puriah

Alhamdulillah Segala Puji hanya milik Allah Azza Wajalla yang telah melimpahkan nikmatNya [ Nikmat Iman, Islam, dan As-Sunnah ] | Shalawat dan salam tercurah kepada Nabi Sholaulah 'alaihi Wasalam | Allahumma Sholi'ala Muhammad waalaali muhammad | dan Mereka-Mereka [ salaf dan khalaf ] yang menggadaikan hidupnya untuk mempelajari memahami agama yang Haq ini sehingga kita di akhir zaman ini mendapatkan cahaya-cahaya islam | Biiznilaah | Semoga Allah Azzawalla merahmati mereka semua | Dan Seindah-indah nikmat adalah nikmat hidup dan mati di atas As-Sunnah | Karena inilah jalannya yang tertunjuki yang dibawa Nabi Sholaulah 'alaihi Wasalam | mari kita mengikuti mereka selangkah demi selangkah | Walaupun kita (khusus lebih khusus) tidak berilmu, dan tidak akan sanggup beramal (istiqomah) seperti mereka, waallahu waliyy at-taufig

Posted on March 4, 2013, in Amar Ma'ruf. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: