Cara Menyempurnakan Rakaat Saat Terlambat Berjamaah

Cara Menyempurnakan Rakaat Saat Terlambat Berjamaah
Pertanyaan:
Seorang makmum terlambat datang dan dia mendapatkan rukuk bersama imam. Orang tersebut melakukan takbir (dengan mengucapkan Allaahu akbar pada saat memasuki rakaat) dan rukuk bersama imam sebelum imam bangkit dari rukuk. Apakah orang ini harus mengganti rakaat tersebut setelah imam salam (setelah selesai shalat berjamaah dengan imam)?
Jawaban:
Oleh Lajnah Daimah

Jika orang tersebut melakukan takbiratul ihram dengan berdiri, kemudian dia rukuk dan bisa melakukannya bersama imam, maka ia telah menyempurkan raka’at tersebut.Hal ini berdasarkan hadist dari Abu Bakrah (radi Allaahu anhu) dimana ia mendapatkan Rasulullah صلی الله عليه وسلم sedang rukuk, maka ia (Abu Bakrah) melakukan rukuk sebelum ia memasuki saf shalat. Kemudian Rasulullah صلی الله عليه وسلم berkata kepadanya: “Semoga Allah menambah semangatmu dan jangan diulangi (rakaat tersebut).” (HR. Bukhari)Abu Daawud menambahkan pada riwayat tersebut:
“Dan ia rukuk sementara ia tidak berada pada saf shalat dan kemudian ia bergerak menuju saf.” (Abu Dawud 1/157, Ahmad 5/39, Bukhari 1/188 and others)Dan berdasarkan hadist riwayat Abu Dawud dari Rasulullah صلی الله عليه وسلم:
“Barangsiapa mendapatkan rukuk maka sungguh ia telah mendapatkan raka’at tersebut.”
(Abu Daawud 1/206)

Semoga Allah melimpahkan Taufiq-Nya dan semoga salawat dan salam tercurahkan buat Rasullullah Muhammad صلی الله عليه وسلم, keluarganya dan para sahabatnya.

Rujukan:
Fatwaa 93 P316 volume 7 Fataawa of the Permanent Committee. Diterjemahkan dari: http://www.fatwaislam.com

Kategori: Adab-adab
Sumber: http://fatwa-ulama.com

Dibuat oleh SalafiDB http://salafidb.googlepages.com

About hang puriah

Alhamdulillah Segala Puji hanya milik Allah Azza Wajalla yang telah melimpahkan nikmatNya [ Nikmat Iman, Islam, dan As-Sunnah ] | Shalawat dan salam tercurah kepada Nabi Sholaulah 'alaihi Wasalam | Allahumma Sholi'ala Muhammad waalaali muhammad | dan Mereka-Mereka [ salaf dan khalaf ] yang menggadaikan hidupnya untuk mempelajari memahami agama yang Haq ini sehingga kita di akhir zaman ini mendapatkan cahaya-cahaya islam | Biiznilaah | Semoga Allah Azzawalla merahmati mereka semua | Dan Seindah-indah nikmat adalah nikmat hidup dan mati di atas As-Sunnah | Karena inilah jalannya yang tertunjuki yang dibawa Nabi Sholaulah 'alaihi Wasalam | mari kita mengikuti mereka selangkah demi selangkah | Walaupun kita (khusus lebih khusus) tidak berilmu, dan tidak akan sanggup beramal (istiqomah) seperti mereka, waallahu waliyy at-taufig

Posted on February 23, 2013, in Adab-Adab. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: